Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Mobile Sensor Untuk Deteksi Kebocoran Gas Menggunakan Mekanisme Active Sensing Localization I Kadek Nuary Trisnawan; Agung Nugroho Jati; Novera Istiqomah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebocoran gas merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul di beberapa bidang industri, hal ini membuat beberapa kecelakaan yang terjadi karena keberadaan gas yang tidak dapat terdeteksi secara kasat mata. Perkembangan mobile sensor menjadi salah satu cara untuk menanggulangi kerugian baik dari materiil maupun non materiil. Sensor LiDAR dan sensor gas merupakan jenis sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi gas. Pada Tugas Akhir ini, akan membahas bagaimana mendeteksi kebocoran gas pada suatu ruangan. Dibantu dengan metode SLAM sebagai navigasi dan gabungan metode source-seeking dan active-sensing localization sebagai pengidentifikasi titik-titik kebocoran, mobile sensor mengidentifikasi titik-titik kebocoran yang diambang batas normal. Setelah dilakukan finalisasi titik kebocoran gas, maka mobile sensor akan memberikan feedback kepada user. Target capaian dalam penulisan proposal ini yaitu bagaimana Mobile Sensor dapat mengidentifikasi titik-titik yang terindikasi adanya kebocoran gas dan bisa mengidentifikas nilai kebocoran dari titik tersebut. Dengan memanfaatkan sensor LiDAR dan sensor gas, diharapkan agar nilai yang didapatkan memiliki akurasi >85%. Kata kunci: SLAM, Mobile Sensor, source-seeking, dan active-sensing localization
A SEASONAL IMPUTATION METHOD FOR ADDRESSING MISSING DATA IN ENVIRONMENTAL IOT SENSOR TIME SERIES Ardiansyah Ramadhan; Surya Micrandi Nasution; Reza Rendian Septiawan; I Kadek Nuary Trisnawan; Angel Metanosa Afinda
Jurnal Riset Informatika Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Kresnamedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34288/jri.v8i2.475

Abstract

Missing and incomplete observations in Environmental IoT sensor networks reduce data reliability and disrupt analyses, especially for temperature and humidity time series exhibiting strong diurnal seasonality. This study develops and evaluates a seasonal imputation method to address missing data in IoT-based environmental monitoring, using a workflow of anomaly detection, outlier removal, time-of-day-aware imputation, and performance evaluation under varying missing-rate scenarios. Key challenges include sensor noise, connectivity issues, and intermittent hardware failures, which degrade data integrity and affect trend analysis, forecasting, and anomaly detection. To mitigate these, the method uses hourly and minute-level seasonal patterns after filtering out physically unrealistic values. Experimental results show high accuracy and robustness in reconstructing temperature and humidity data: temperature imputation achieves MAE values of approximately 0.86–0.87°C, and humidity yields MAE values of 3.92–4.01%RH, with no performance drop even at 50% data loss. The imputed series preserves natural diurnal dynamics without introducing distortions, effectively restoring continuity and structural consistency in environmental IoT time series for reliable modeling, feature extraction, and decision support.
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Bahan Ajar di SD Negeri Cihanjaro, Kabupaten Bandung Astri Novianty; Angel Metanosa Afinda; I Kadek Nuary Trisnawan; Muhammad Alfi Syahrin; Muhammad Farrel Ahadi Tama; Raditya Ghifari Aljabbar; Salma Zanuba; Darryl Satria Wibowo
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9004

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dasar masih terkendala oleh rendahnya literasi digital dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara pedagogis. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SD Negeri Cihanjaro dalam memanfaatkan ChatGPT untuk pengembangan materi pembelajaran yang kontekstual dan sesuai karakteristik peserta didik. Metode yang digunakan meliputi observasi dan kuesioner pra-pelaksanaan, pelatihan berbasis modul dengan praktik langsung, serta evaluasi pasca-pelaksanaan melalui kuesioner dan analisis produk pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pemahaman dasar AI meningkat dari 2,73 menjadi 3,91 dan kemampuan pemanfaatan ChatGPT dari 2,36 menjadi 3,91. Seluruh peserta berhasil menghasilkan bahan ajar berbasis ChatGPT yang relevan dengan pembelajaran sekolah dasar, menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis modul dan praktik langsung efektif serta sesuai dengan kebutuhan guru.
Penguatan Tata Kelola Keamanan Berbasis Teknologi Digital di Lingkungan Puri Cikoneng Indah Agung Nugroho Jati; Surya Michrandi Nasution; I Kadek Nuary Trisnawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 7 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i7.232

Abstract

Keamanan lingkungan merupakan aspek fundamental dalam menciptakan kenyamanan, ketentraman, serta kualitas hidup yang baik bagi penghuni kawasan perumahan. Perumahan Puri Cikoneng Indah yang terletak di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dihuni oleh 48 kepala keluarga dengan total 185 jiwa. Meskipun telah memiliki fasilitas dasar seperti masjid dan klinik kesehatan, sistem pengawasan keamanan yang tersedia masih terbatas sehingga berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan rasa tidak aman bagi warga. Program pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan solusi berbasis transformasi digital melalui pemasangan Closed-Circuit Television (CCTV) pada titik-titik strategis untuk menutup blindspot dan meningkatkan efektivitas pengawasan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pelatihan bagi warga terkait pemantauan, pelaporan insiden, serta perawatan sederhana. Pendekatan partisipatif diterapkan agar warga berperan aktif dalam pengelolaan keamanan lingkungan secara berkelanjutan. Program dilaksanakan selama enam bulan dengan luaran berupa peningkatan rasa aman, partisipasi warga, modul panduan, dan publikasi kegiatan.
Strengthening Community-Based Environmental Security through Digital Technology in Ciganitri Village, Bandung Regency Dhea Kusuma Wardhani; Rafi Dewantara Rachmat; I Kadek Nuary Trisnawan; Cheyza Amanda Syafira; Monica Febyana; Agung Nugroho Jati; Surya Michrandi Nasution
JARDIRA – Jurnal Pengabdian Digital dan Rekayasa Informatika Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2, No. 2, July 2026
Publisher : CogniSpectra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65917/jardira.v2i2.78

Abstract

Background: Environmental security is essential for residential safety and quality of life. In RW 10, Kp. Ciganitri, Lengkong Village, Bojongsoang District, Bandung Regency, the existing conventional surveillance system has several blind spots, contributing to several theft incidents and estimated economic losses of approximately IDR 35,000,000. This community service program aims to strengthen community-based environmental security by integrating digital technology and citizen empowerment. Contribution: This program contributes to the community by strengthening environmental security, enhancing residents’ capacity to manage digital security technology, and fostering active community participation. Method: A participatory and collaborative approach was adopted involving residents and RW administrators. The program included blind-spot mapping, CCTV installation at strategic locations, integration of a remote monitoring system, preparation of standard operating procedures (SOPs), resident training, the establishment of a community security monitoring group, followed by monitoring and evaluation. Results: Four outdoor IP CCTV units were installed at strategic points (main gate, main road, and parking area) with standalone local storage, cloud backup, and real-time remote monitoring via a mobile application. A community security monitoring group was formed and residents were trained in system operation and incident reporting. A satisfaction survey of 20 residents showed that 100% agreed or strongly agreed that the program met community needs, was well implemented, and should be continued.. Conclusion: The integration of digitally-based CCTV with community empowerment effectively strengthened environmental security in RW 10, closing surveillance blind spots and increasing residents' sense of safety, while supporting SDG 9 and SDG 11 and providing a replicable model for other community-based digital security initiatives.