Revalia Wulan Suryani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Miscommunication sebagai Pemicu Konflik Operasional di Pergudangan PT Shan San Tan Evan Tandiyono; Revalia Wulan Suryani; Rindu Irmayanti; Salsa Fahardilah; Teresya Dwigantara Wega
Jurilma Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/hyhgq822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kegagalan komunikasi (miss communication) berperan sebagai pemicu konflik operasional antara atasan dan bawahan dalam aktivitas pergudangan di PT Shan San yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Secara konseptual, penelitian ini menempatkan komunikasi sebagai faktor awal yang memengaruhi munculnya konflik interpersonal, yang selanjutnya berdampak pada efektivitas kinerja operasional dan keharmonisan lingkungan kerja. Ketidakjelasan instruksi, ambiguitas pesan, serta keterbatasan komunikasi dua arah diidentifikasi sebagai sumber utama kesalahpahaman dalam proses kerja sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif para pelaku organisasi. Data dikumpulkan selama tiga minggu melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta pencatatan reflektif terhadap tiga informan dari generasi Milenial dan Generasi Z, termasuk satu orang supervisor. Teknik purposive dan snowball sampling digunakan untuk memastikan relevansi pengalaman informan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif guna mengidentifikasi pola komunikasi, bentuk konflik yang muncul, serta dampaknya terhadap alur kerja gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak terstruktur dan bersifat satu arah memicu konflik laten maupun terbuka, seperti kesalahan pelaksanaan tugas, keterlambatan pekerjaan, dan ketegangan hubungan kerja. Konflik tersebut tidak hanya bersumber dari perbedaan persepsi, tetapi juga dari hambatan psikologis bawahan yang enggan melakukan klarifikasi. Penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan kualitas komunikasi manajerial berperan penting dalam menekan konflik dan meningkatkan kinerja operasional organisasi.
Efektivitas Penggunaan QRIS Bank BNI terhadap Kemudahan dan Efisiensi Transaksi di Kantin UNTAG Surabaya Ida Ayu Nuh Kartini; Diah Ayu Susilaningtias; Jeslin Cecelia Thunggal; Revalia Wulan Suryani; Teresya Dwigantara Wega
Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubikin.v2i4.1181

Abstract

This study analyzes the effectiveness of using BNI Bank’s QRIS in improving transaction convenience and efficiency at the canteen of Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. The research was conducted by a team led by Ida Ayu Nuh Kartini, S.E., M.M., together with students of the Management Study Program, during November–December 2025. The rapid development of digital banking has encouraged the adoption of QRIS as a standardized non-cash payment system regulated by Bank Indonesia. This study aims to examine the level of QRIS BNI utilization, assess ease of use (application access and QR code scanning), and evaluate transaction efficiency, including time savings, queue reduction, and error minimization. A descriptive quantitative approach was employed using a survey method with a five-point Likert scale questionnaire distributed to 36 respondents consisting of students, lecturers, and administrative staff who had used QRIS at the canteen. Primary data were analyzed descriptively using averages and percentages, supported by relevant literature. The results show that QRIS is perceived as highly effective, with scores above 90% for ease of use (95%), transaction speed (92.78%), reduction of change-related issues (97.78%), support for digitalization (97.22%), and security (91.11%). The main limitation identified is dependence on internet connectivity (85%). Overall, respondents strongly support the full implementation of non-cash payment systems at the campus canteen.