Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi pada wanita dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Penatalaksanaan kanker payudara umumnya menggunakan terapi konvensional seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Namun, terapi tersebut sering menimbulkan efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal. Artikel ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman herbal sebagai agen antikanker payudara berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “kanker payudara”, “tanaman obat”, dan “antikanker”. Artikel yang dianalisis merupakan artikel original dengan akses teks lengkap yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 hingga 2026. Sebanyak 20 artikel yang meliputi penelitian in vitro dan in silico dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa berbagai tanaman herbal, seperti daun sirsak, seledri, kencana ungu, glodokan tiang, daun sembung, bidara Arab, serta sumber hayati laut Indonesia, memiliki potensi sebagai agen antikanker payudara. Aktivitas antikanker tersebut umumnya bekerja melalui mekanisme penghambatan proliferasi sel kanker dan induksi apoptosis yang dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, dan polifenol. Berdasarkan hasil tinjauan, tanaman herbal berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendukung kanker payudara, namun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.