Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER NUSANTARA Vebiyan, Amanda Diva; Andriona, Joan; Johan, Hani Rahmawati; Edo, Gavriella Ceacilia Christie Ratu; Bellany, Miranda; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8192

Abstract

ABSTRACT Indonesian cuisine not only reflects the diversity of flavors but is also an integral part of Indonesia's cultural identity, which continues to face challenges in the era of globalization. This article aims to examine the role of social media in promoting Indonesian cuisine through a literature review approach, analyzing various scientific publications from the past ten years. The research began with keyword identification, followed by literature search and selection, and finally, analysis of findings from relevant sources. The study results show that digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube play a strategic role in increasing the visibility and attractiveness of local cuisine, especially among young people. Social media has been proven to contribute to the empowerment of MSMEs, enhance cultural literacy, and strengthen local identity. Besides being a promotional medium, social media also serves as a cultural advocacy tool that actively encourages community participation, especially among young people, in the preservation of traditional cuisine. Nevertheless, challenges such as content polarization, disinformation, and consistency of cultural narratives are issue that need to be anticipated. This study emphasizes the importance of authentic, visually-oriented content marketing strategies aligned with digital trends to sustainably strengthenthe presence of Indonesian cuisine. ABSTRAK Kuliner Nusantara tidak hanya mencerminkan keberagaman rasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang terus menghadapi tantangan di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran media sosial dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui pendekatan tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kata kunci, dilanjutkan dengan pencarian dan seleksi literatur, hingga analisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memainkan peran strategis dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner lokal, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial terbukti berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi budaya, serta penguatan identitas lokal. Selain sebagai media promosi, media sosial juga berfungsi sebagai alat advokasi budaya yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian kuliner tradisional. Meskipun demikian, tantangan seperti polarisasi konten, disinformasi, dan konsistensi narasi budaya menjadi isu yang perlu diantisipasi. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten autentik dan visual yang selaras dengan tren digital untuk memperkuat eksistensi kuliner Nusantara secara berkelanjutan.
PERAN MINDFULNESS TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X JAKARTA Vebiyan, Amanda Diva; Astuti, Niken Widi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8216

Abstract

ABSTRACT Final-year university students often face high levels of academic pressure due to thesis completion demands, complex coursework, and the transition toward entering the workforce. These pressures can trigger academic stress, which negatively impacts psychological well-being and learning performance. This study aims to analyze the role of mindfulness in reducing academic stress among final-year students at University X Jakarta and to identify gender differences in mindfulness and academic stress. Using a quantitative approach with a simple linear regression design, the study involved 410 final-year students aged 20–25. Data were collected online using the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) and the Perceived Academic Stress Scale (PAS). The analysis included regression assumption tests, simple linear regression, and Independent Samples t-test. The findings indicate that mindfulness has a significant and negative effect on academic stress, with a coefficient of determination (R²) of 0.123, meaning that mindfulness contributes 12.3% to the reduction of academic stress. Additionally, gender differences were observed: male students demonstrated higher mindfulness levels and lower academic stress compared to female students. This study concludes that mindfulness serves as a protective factor in reducing academic stress, although most of the stress variance is influenced by factors beyond mindfulness. These findings highlight the importance of implementing mindfulness-enhancement programs in higher education as a strategy to support the mental well-being of final-year students. ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi tekanan akademik yang tinggi akibat tuntutan penyelesaian skripsi, beban tugas kompleks, serta persiapan transisi menuju dunia kerja. Tekanan ini berpotensi memicu stres akademik yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan performa belajar. Penelitian ini menganalisis peran mindfulness dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X Jakarta, serta mengidentifikasi perbedaan tingkat mindfulness dan stres akademik berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana yang melibatkan 410 mahasiswa tingkat akhir berusia 20–25 tahun. Data dikumpulkan secara daring menggunakan instrumen Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) dan Perceived Academic Stress Scale (PAS), kemudian dianalisis melalui uji asumsi regresi, regresi linear sederhana, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh signifikan dan negatif terhadap stres akademik dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,123, yang berarti mindfulness berkontribusi 12,3% dalam menurunkan stres akademik. Selain itu, ditemukan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, di mana mahasiswa laki-laki memiliki tingkat mindfulness lebih tinggi dan stres akademik lebih rendah dibandingkan mahasiswa perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mindfulness berperan sebagai faktor protektif dalam mengurangi stres akademik, namun sebagian besar varians stres dipengaruhi oleh faktor lain di luar mindfulness. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program peningkatan mindfulness di perguruan tinggi sebagai strategi mendukung kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir.