Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hukum Syuf’Ah Dalam Mazhab - Mazhab Fikih Haris Dermawan; Nawir Yuslem; Akhyar Zen
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9117

Abstract

Syuf'ah is a legal institution in transactions aimed at protecting joint owners from potential losses resulting from the transfer of rights to third parties. This article examines the views of Islamic jurisprudence schools regarding the subject, object, and conditions for implementing syuf'ah, and analyzes the similarities and differences in the opinions of scholars. This research uses a juridical-normative method through a literature review of hadith evidence and the opinions of jurists. The study results show that all schools of thought agree on the validity of syuf'ah based on authentic hadith. This similarity of opinion is evident in the basic requirements of syuf'ah, namely joint ownership, an undivided object, immediate demand, and payment at the same price. Differences of opinion arise in determining the subject and object of syuf'ah, particularly regarding the extension of rights to neighbors and the scope of property, which are influenced by differences in istinbath methods, particularly the use of qiyas. This study confirms that the differences between schools of thought are methodological and do not eliminate the main objective of syuf'ah as an instrument to maintain public welfare, legal certainty, and justice in joint ownership.
Larangan Riba dan Gharar dalam Perspektif Al-Qur’an dan Maqasid Al-Syariah Sugih Ayu Pratitis; Nawir Yuslem; Akhyar Zen
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3910

Abstract

Islam sebagai agama yang komprehensif menetapkan prinsip-prinsip muamalah untuk mewujudkan keadilan, transparansi, dan perlindungan terhadap pihak yang rentan dalam aktivitas ekonomi, salah satunya melalui larangan riba dan gharar. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, dasar normatif, dan implikasi larangan riba dan gharar dalam perspektif Al-Qur'an dan Maqasid Al-Syariah serta relevansinya dalam praktik ekonomi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui penelaahan tafsir Al-Qur'an, hadis, kitab fikih muamalah, karya ulama klasik dan kontemporer, serta literatur ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba diharamkan secara mutlak karena mengandung unsur eksploitasi, ketidakadilan, dan perolehan keuntungan tanpa risiko produktif, yang bertentangan dengan prinsip perlindungan harta (hifz al-mal) dan keadilan sosial. Gharar dilarang karena mengandung ketidakpastian dan spekulasi yang merugikan, meskipun gharar ringan (yasir) ditoleransi karena sulit dihindari dan tidak berdampak signifikan terhadap keadilan akad. Dalam konteks ekonomi modern, prinsip larangan riba dan gharar diimplementasikan melalui instrumen keuangan syariah berbasis bagi hasil, juaal beli, dan sewa, serta mitigasi risiko dalam transaksi digital. Dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah larangan riba dan gharar berfungsi menjaga harta, jiwa, akal, dan keadilan sosial, sehingga selaras dengan tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan umat secara menyeluruh.