Meylinda Putri Pamungkas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI PADA PASIEN DEWASA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “JIH” YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2023 Hanita Christiandari; Meylinda Putri Pamungkas; Jarot Yogi Hernawan
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.265

Abstract

Latar belakang: WHO memperkirakan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 5 juta individu yang didiagnosis mengalami epilepsi. Di Indonesia, jumlah penderita epilepsi juga tergolong tinggi, yaitu sekitar 8,2 kasus per 1.000 penduduk. Selain itu, laporan WHO menunjukkan bahwa negara-negara berkembang memiliki prevalensi epilepsi tertinggi pada kelompok usia 20 hingga 50 tahun Tujuan: Mengidentifikasi pola penggunaan obat antiepilepsi pada pasien dewasa dengan mempertimbangkan jenis kelamin, klasifikasi obat, tipe kejang, serta bentuk terapi yang diberikan Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan pemanfaatan data historis. Sampel penelitian menggunakan seluruh populasi pasien epilepsy sejumlah 75 pasien. Data dianalisis dengan analisis kuantitatif. Hasil: Penggunaan obat anti epilepsi pada perempuan (52%) adalah Levetiracetam (33%), laki-laki (48%) adalah Fenitoin (42%). Golongan obat yang paling banyak yaitu Hidantoin (33%). Obat untuk kejang umum paling banyak yaitu Fenitoin (35%), kejang fokal dengan Levetiracetam (33%), kejang tidak diketahui dengan Fenitoin (36%). Jenis terapi obat yang adalah monoterapi (65%) dengan Fenitoin dan politerapi sebesar (35%) dengan kombinasi Fenitoin dengan Clonazepam (5%). Simpulan: Penggunaan obat antiepilepsi pada populasi penelitian menunjukkan bahwa Levetiracetam merupakan pilihan yang paling sering digunakan pada pasien perempuan, sedangkan Fenitoin lebih dominan pada pasien laki-laki. Secara keseluruhan, golongan obat yang paling umum diresepkan adalah Hidantoin. Untuk penatalaksanaan kejang, Fenitoin paling banyak digunakan pada tipe kejang umum, sementara Levetiracetam lebih sering dipilih untuk kejang fokal. Selain itu, pola terapi yang paling sering diterapkan adalah monoterapi.