Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.