Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam proses integrasi nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau ke dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar di Sumatera Barat dalam perspektif pendidikan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs) 4 tentang pendidikan bermutu. Kajian ini menggunakan metode library-based research dengan menelaah 80 artikel dan sumber akademik terindeks nasional dan internasional (2021–2025) yang relevan dengan topik integrasi budaya lokal, kurikulum kontekstual, pendidikan berkelanjutan, dan pedagogi responsif budaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa nilai-nilai Minangkabau seperti Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Kato Nan Ampek, dan prinsip gotong royong merupakan fondasi etnopedagogik yang signifikan dalam membangun model kurikulum kontekstual dan humanis. Integrasi nilai tersebut dilakukan melalui desain kurikulum tematik, pembelajaran berbasis proyek (PBL), dan penguatan karakter peserta didik yang selaras dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian juga menemukan bahwa integrasi nilai lokal dapat meningkatkan relevansi kurikulum, memperkuat identitas budaya, dan menumbuhkan kesadaran ekologis serta sosial, sehingga berkontribusi terhadap SDGs 4 dalam aspek kualitas, inklusivitas, dan pembelajaran sepanjang hayat. Penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan dan kemitraan antara sekolah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi (melalui program Kampus Berdampak) untuk memperkuat kapasitas guru dalam pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal. Kajian ini menawarkan model konseptual Kurikulum Minangkabau SDGs 4 sebagai kerangka pengembangan pendidikan dasar berkelanjutan di Sumatera Barat.