Batubara, Wina Handayani Br
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Komunikasi Organisasi dan Manajemen Pendidikan dalam Mewujudkan Budaya Kerja Kolaboratif di MIN 1 Labuhanbatu Sundari, Ika; Zulhimma, Zulhimma; Batubara, Wina Handayani Br
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi organisasi dan manajemen pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Kedua aspek ini berfungsi sebagai sarana utama dalam membangun budaya kerja kolaboratif yang menekankan kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sinergi antara komunikasi organisasi dan manajemen pendidikan dalam mewujudkan budaya kerja kolaboratif di MIN 1 Labuhanbatu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan terdiri atas kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di MIN 1 Labuhanbatu berjalan efektif melalui jalur formal dan informal, baik secara vertikal maupun horizontal. Kepala madrasah berperan sentral dalam menciptakan iklim komunikasi yang terbuka dan partisipatif, berlandaskan nilai-nilai Islam seperti musyawarah (syura), ukhuwah, dan ta’awun. Sinergi antara komunikasi organisasi dan manajemen pendidikan berkontribusi pada meningkatnya kolaborasi antarguru, memperkuat solidaritas kerja, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program madrasah. Kesimpulannya, budaya kerja kolaboratif di MIN 1 Labuhanbatu terbentuk melalui komunikasi yang terarah dan manajemen pendidikan yang melibatkan seluruh unsur madrasah. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan kolaboratif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.   Organizational communication and educational management play a crucial role in enhancing the effectiveness of educational implementation in madrasahs. These two aspects serve as essential instruments in building a collaborative work culture that emphasizes togetherness, openness, and shared responsibility. This study aims to describe the synergy between organizational communication and educational management in fostering a collaborative work culture at MIN 1 Labuhanbatu. The research employs a descriptive qualitative approach with participants consisting of the principal, teachers, and educational staff. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, presentation, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that organizational communication at MIN 1 Labuhanbatu functions effectively through both formal and informal channels, vertically and horizontally. The principal plays a central role in creating an open and participatory communication climate grounded in Islamic values such as musyawarah (consultation), ukhuwah (brotherhood), and ta’awun (mutual cooperation). The synergy between organizational communication and educational management contributes to stronger collaboration among teachers, enhanced work solidarity, and improved effectiveness in implementing madrasah programs. In conclusion, the collaborative work culture at MIN 1 Labuhanbatu is established through well-structured communication and participatory educational management. These findings highlight the importance of strengthening communication competence and collaborative leadership to support continuous improvement in educational quality.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Dari Rutinitas Menuju Praktik Bermakna Batubara, Wina Handayani Br; Ikawati, Erna
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar berperan penting dalam membangun kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi keberhasilan akademik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa capaian membaca pemahaman siswa masih rendah akibat pembelajaran yang bersifat prosedural, minimnya pemanfaatan teks autentik, serta keterbatasan kompetensi pedagogis guru. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menelaah teori, temuan empiris, dan praktik terkini terkait transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh penguatan kosakata, penggunaan pendekatan berbasis teks, integrasi media literasi digital, serta dukungan afektif seperti minat dan kepercayaan diri siswa. Studi internasional juga menegaskan pentingnya intervensi terstruktur dan berkelanjutan yang didampingi guru. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang meliputi peningkatan kompetensi guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penguatan ekosistem literasi sekolah-rumah agar pembelajaran bergerak dari rutinitas menuju praktik yang bermakna. Indonesian language instruction in primary schools plays a central role in developing foundational literacy skills essential for academic success. However, recent studies indicate that students’ reading comprehension remains low due to procedural instruction, limited use of authentic texts, and insufficient pedagogical competence among teachers. This study employs a literature review methodology to analyze theoretical perspectives, empirical findings, and current practices related to transforming Indonesian language learning in primary education. The review shows that instructional effectiveness is shaped by vocabulary development, text-based pedagogy, integration of digital literacy tools, and affective support such as motivation and confidence. International evidence further highlights the importance of structured and sustained, teacher-guided literacy interventions. This study concludes that transforming Indonesian language learning requires a holistic approach that strengthens teacher competence, provides contextual learning materials, and builds a supportive school–home literacy ecosystem to shift instruction from routine tasks toward meaningful learning practices.