Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Authority of Ḥadīth in Tafsīr bi al-Maʾthūr: A Critical Study of Fabricated Narrations on the Virtues of Sūrat Yāsīn in al-Durr al-Manthūr Lensa, Hendri Waluyo; Mas’ud, Marwan; Solehuddin, Solehuddin; Atsal, Dafif
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis sejumlah hadis tentang keutamaan (faḍāʾil) Surah Yāsīn sebagaimana tercantum dalam al-Durr al-Manthūr fī al-Tafsīr bi al-Maʾthūr karya al-Suyūṭī. Dengan menggunakan pendekatan kritik hadis klasik, penelitian ini menelaah sanad (isnād) dan teks (matn) dari riwayat-riwayat tersebut melalui metode naqd al-isnād dan naqd al-matn, serta merujuk pada penilaian para ulama jarḥ wa al-taʿdīl baik klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua riwayat yang dikategorikan sebagai maʾthūr dalam tafsir Al-Qur’an berbasis riwayat memenuhi standar metodologis yang dapat diterima. Penelitian ini mengidentifikasi empat (4) hadis tentang keutamaan Surah Yāsīn yang telah diklasifikasikan sebagai hadis palsu (mawḍūʿ) oleh para ulama hadis klasik dan kontemporer, sehingga tidak dibenarkan untuk diriwayatkan maupun diamalkan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakter kompilatif hadis-hadis yang terdapat dalam al-Durr al-Manthūr fī al-Tafsīr bi al-Maʾthūr tidak dapat dilepaskan dari kecenderungan metodologis al-Suyūṭī, yang secara luas dikenal memiliki sikap relatif longgar (tasāhul) dalam mengutip hadis lemah dan palsu dalam karya-karyanya, serta dari mekanisme transmisi hadis yang berkembang pada konteks sejarah zamannya. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan studi hadis dengan menghadirkan pembacaan kritis terhadap tafsir Al-Qur’an berbasis riwayat, meskipun ditulis oleh seorang ulama besar yang karya-karyanya telah diterima dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Selain itu, penelitian ini mendorong umat Islam untuk bersikap lebih selektif dalam mengamalkan hadis-hadis faḍāʾil al-aʿmāl dalam praktik keagamaan sehari-hari. This article critically examines a number of ḥadīths concerning the virtues (faḍāʾil) of Sūrat Yāsīn as recorded in al-Durr al-Manthūr fī al-Tafsīr bi al-Maʾthūr by al-Suyūṭī. Employing a classical ḥadīth criticism approach, this study investigates the chains of transmission (isnād) and textual content (matn) of these narrations through the methods of naqd al-isnād and naqd al-matn, while also referring to the assessments of classical and contemporary scholars of jarḥ wa al-taʿdīl. The findings reveal that not all narrations categorized as maʾthūr within tradition-based Qurʾānic exegesis meet acceptable methodological standards. The study identifies four (4) ḥadīths on the virtues of Sūrat Yāsīn that have been classified as fabricated (mawḍūʿ) by both classical and contemporary ḥadīth scholars, rendering them impermissible to transmit or practice. These findings indicate that the compilatory nature of the ḥadīths included in al-Durr al-Manthūr fī al-Tafsīr bi al-Maʾthūr cannot be separated from al-Suyūṭī’s methodological tendency, which is widely recognized for its relative leniency (tasāhul) in citing weak and fabricated ḥadīths in his works, as well as from the mechanisms of ḥadīth transmission prevalent in his historical context. This research contributes to the strengthening of ḥadīth studies by offering a critical reading of tradition-based Qurʾānic exegesis, even when authored by a renowned scholar whose works have been widely received and utilized by the public. Furthermore, the study encourages Muslims to adopt a heightened level of selectivity in the application of faḍāʾil al-aʿmāl ḥadīths within everyday religious practice.