Bahari, Bima Sutan Putra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi komparasi metode pemadaman kebakaran dalam upaya meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan keterampilan masyarakat pada pekerja pemulung Ro’is, Rachmy Rosyida; Lenggono, Kumoro Asto; Badriyah, Lulu’ul; Pramudya, Dandy Arie; Sucita, Ni Made Dwi Astini; Bahari, Bima Sutan Putra; Rachmanissa, Tiara; Sari, Siti Sartika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1981

Abstract

Background: Residential fires pose a serious threat to public safety and health, especially in densely populated areas, such as Pemulung Pulosari Village, Malang City. The increased risk of loss of life and property demands increased fire preparedness at the community level. Purpose: To compare the effectiveness of firefighting education and simulations using conventional and modern methods in improving community knowledge, behavior, and skills in fire-prone areas. Method: This study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design without a control group, involving 36 participants. The intervention was carried out in the form of interactive digital media-based education and live firefighting simulations using conventional (burlap sacks, sand, soil) and modern (fire extinguishers, hydrants, fire blankets) methods in accordance with Occupational Safety and Health (K3) principles. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: The majority of residents still have insufficient knowledge of modern methods (52.8%), while knowledge of conventional methods is more balanced. Community behavior is evenly divided between appropriate and inappropriate. Simulation skills varied, with 38.8% of participants not participating in any simulations at all. Chi-square analysis revealed no significant relationship between knowledge and simulation skills, using either modern or conventional methods. Conclusion: These findings suggest that knowledge alone is not sufficient; practical skills require repeated practice and hands-on experience. This study emphasizes the importance of ongoing community-based education programs, emphasizing practice and active participation, to build effective and safe fire preparedness.   Keywords: Comparative Study; Behavior; Community Skills; Firefighters; Knowledge; Scavengers.   Pendahuluan: Kebakaran pemukiman merupakan ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk, seperti Kampung Pemulung Pulosari, Kota Malang. Meningkatnya risiko kerugian jiwa dan material menuntut peningkatan kesiapsiagaan kebakaran di tingkat komunitas. Tujuan: Untuk membandingkan efektivitas edukasi dan simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode konvensional dan modern dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku, serta keterampilan masyarakat di wilayah rawan kebakaran. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol, melibatkan 36 peserta. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi interaktif berbasis media digital dan simulasi langsung pemadaman api menggunakan metode konvensional (karung goni, pasir, tanah) dan modern (APAR, hydrant, fire blanket) sesuai prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas masyarakat masih memiliki pengetahuan buruk tentang metode modern (52.8%), sedangkan pengetahuan tentang metode konvensional lebih seimbang. Perilaku masyarakat terbagi rata antara baik dan kurang tepat. Keterampilan simulasi bervariasi, dengan 38.8% peserta tidak mengikuti simulasi sama sekali. Analisis Chi-Square mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan simulasi, baik metode modern maupun konvensional. Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup, keterampilan praktis memerlukan latihan berulang dan pengalaman langsung. Penelitian ini menekankan pentingnya program edukasi berbasis komunitas yang berkelanjutan, mengutamakan praktik dan partisipasi aktif, untuk membangun kesiapsiagaan kebakaran yang efektif dan aman.   Kata Kunci: Keterampilan Masyarakat; Pemadaman Kebakaran; Pengetahuan; Perilaku; Pekerja Pemulung; Studi Komparasi.
Manajemen risiko dengan metode hazard identification risk assessment and determining control aspect impact (HIRADC-AI) pada pekerja pengepul dan pemulung Ro’is, Rachmy Rosyida; Sulistyorini, Anita; Laksana, Dian Puspitaningtyas; Pramudya, Dandy Arie; Sucita, Ni Made DwiAstini; Bahari, Bima Sutan Putra; Rachmanissa, Tiara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1987

Abstract

Background: Pulosari Scavenger Village is a densely populated settlement located along the railway tracks. Most residents work as scavengers and scrap metal collectors in a scrap metal warehouse. Therefore, Pulosari Scavenger Village poses potential hazards for workers and the community. Purpose: To identify hazards and control occupational health and safety risks. Method: This was a descriptive observational study using a cross-sectional design, documentation, interviews, and analysis using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control - Aspect Impact (HIRADC-AI) method, conducted directly at each work stage in Pulosari Scavenger Village. Results: The total number of hazards identified from eight work activities with potential hazards was 52, consisting of six high-risk, 36 medium-risk, and eight low-risk. The hierarchy of controls represents a potential hazard control strategy in Pulosari Scavenger Village, primarily through administrative controls and the use of personal protective equipment. Conclusion: The main sources of hazards include chemical exposure, poor ergonomic practices, unorganized working conditions, lack of personal protective equipment (PPE), and inadequate infrastructure. The most feasible risk control measures are administrative controls and consistent use of PPE, while elimination and substitution are not feasible due to the nature of the work.   Keywords: Collectors; Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control Aspect Impact (HIRADC-AI); Risk Management; Scavengers.   Pendahuluan: Kampung pemulung merupakan salah satu pemukiman padat penduduk yang terletak di bantaran rel kereta api. Masyarakat kampung pemulung rata-rata memiliki pekerjaan sebagai pemulung dan pengepul barang bekas pada gudang besi tua. Sehingga, kampung pemulung memiliki potensi bahaya untuk pekerja dan masyarakat pada kampung tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahaya dan pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional, dokumentasi, wawancara serta analisis menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control - Aspect Impact (HIRADC-AI) yang dilakukan secara langsung pada setiap tahapan pekerjaan pada kampung pemulung Pulosari. Hasil:  Jumlah risiko bahaya dari 8 aktivitas pekerjaan dengan potensi bahaya sebanyak 52, yang terdiri 6 potensi risiko tinggi, 36 potensi risiko sedang, dan 8 potensi risiko rendah. Hierarki kontrol merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan potensi bahaya pada Kampung Pemulung Pulosari, terutama pada upaya pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri.  Simpulan: Sumber utama bahaya meliputi paparan bahan kimia, praktik ergonomi yang buruk, kondisi kerja yang tidak tertata, kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta infrastruktur yang tidak memadai. Upaya pengendalian risiko yang paling memungkinkan dilakukan adalah pengendalian administratif dan penggunaan APD secara konsisten, sementara eliminasi dan substitusi tidak dapat diterapkan karena sifat pekerjaan tersebut.   Kata Kunci: Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control Aspect Impact (HIRADC-AI); Manajemen Risiko; Pemulung; Pengepul.