Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kearifan Lokal Budaya Jawa Pada Ritual Keagamaan Komunitas Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Desa Pekuncen Kecamatan Kroya Cilacap Haryanto, Triyadi; Wijarnako, Beny; Geasil, Lendra Yuspi; Nirwansyah, Anang Widhi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4573

Abstract

Penelitian ini mengkaji kearifan lokal budaya Jawa yang terintegrasi dalam ritual keagamaan komunitas Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Cilacap. Komunitas HPK, sebagai salah satu entitas penghayat kepercayaan di Indonesia, mempertahankan dan merevitalisasi nilai-nilai luhur Jawa dalam praktik keagamaan mereka. Fokus utama penelitian adalah bagaimana unsur-unsur budaya Jawa, seperti tradisi, nilai etika, simbolisme, dan filosofi hidup, termanifestasi dalam setiap tahapan ritual. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota komunitas, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual keagamaan HPK tidak hanya berfungsi sebagai sarana peribadatan, melainkan juga sebagai medium pelestarian identitas budaya Jawa. Aspek-aspek kearifan lokal seperti konsep manunggaling kawula Gusti, hamemayu hayuning buwana, serta praktik slametan dan sesaji, menjadi inti dari pelaksanaan ritual. Ritual-ritual tersebut, seperti ritual bersih desa, ruwatan, dan upacara daur hidup, sarat akan makna filosofis dan etis yang diwariskan secara turun-temurun, mengajarkan harmoni dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal budaya Jawa dalam ritual keagamaan komunitas HPK di Desa Pekuncen adalah cerminan dari adaptasi dan ketahanan budaya dalam menghadapi modernisasi. Komunitas ini berhasil menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisional sambil tetap relevan dalam konteks sosial kontemporer, menjadikan ritual keagamaan mereka sebagai benteng pelestarian warisan budaya yang tak ternilai.