Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional dan Berdiferensiasi dengan Quizizz Paper Mode dalam Upaya Peningkatan Critical Thinking pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 3 Paguyangan Pramono, Karso Satum Edi; Priyadi, Sugeng; Kertopati, Beny Wijarnako; Geasil, Lendra Yuspi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4143

Abstract

Kagiatan pembelajaran yang terpusat pada guru sampai saat ini masih mendominasi di dunia pendidikan. Pembelajaran tampak kurang memuaskan serta belum bisa meningkatkan critikal thinking skill yang dibutuhkan pada era saat ini. Pembelajaran sosial emosional sebagai salah satu metode pembelajaran yang mampu membantu peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menetapkan tujuan, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Konsep dalam pembelajaran berdiferensiasi berprinsip bahwa setiap individu memiliki kebutuhan, minat, dan bakat yang berbeda. Media aplikasi quizizz paper mode merupakan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, menantang dan menyenangkan sehingga menumbuhkan semangat belajar bagi peserta didik. Keterampilan berpikir kritis atau critikal thinking skill merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari oleh karena itu peserta didik perlu dilatih dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetehui implementasi pembelajaran sosial emosional dan berdiferensiasi dengan aplikasi quizizz paper mode dalam upaya peningkatan critical thinking pada mata pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 3 Paguyangan Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran sosial emosional dan berdiferensiasi dengan quizizz paper mode mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif dan menambah semangat belajar bagi peserta didik dalam pembelajaran IPS di kelas VIII.
Kearifan Lokal Budaya Jawa Pada Ritual Keagamaan Komunitas Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Desa Pekuncen Kecamatan Kroya Cilacap Haryanto, Triyadi; Wijarnako, Beny; Geasil, Lendra Yuspi; Nirwansyah, Anang Widhi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4573

Abstract

Penelitian ini mengkaji kearifan lokal budaya Jawa yang terintegrasi dalam ritual keagamaan komunitas Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Cilacap. Komunitas HPK, sebagai salah satu entitas penghayat kepercayaan di Indonesia, mempertahankan dan merevitalisasi nilai-nilai luhur Jawa dalam praktik keagamaan mereka. Fokus utama penelitian adalah bagaimana unsur-unsur budaya Jawa, seperti tradisi, nilai etika, simbolisme, dan filosofi hidup, termanifestasi dalam setiap tahapan ritual. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota komunitas, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual keagamaan HPK tidak hanya berfungsi sebagai sarana peribadatan, melainkan juga sebagai medium pelestarian identitas budaya Jawa. Aspek-aspek kearifan lokal seperti konsep manunggaling kawula Gusti, hamemayu hayuning buwana, serta praktik slametan dan sesaji, menjadi inti dari pelaksanaan ritual. Ritual-ritual tersebut, seperti ritual bersih desa, ruwatan, dan upacara daur hidup, sarat akan makna filosofis dan etis yang diwariskan secara turun-temurun, mengajarkan harmoni dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal budaya Jawa dalam ritual keagamaan komunitas HPK di Desa Pekuncen adalah cerminan dari adaptasi dan ketahanan budaya dalam menghadapi modernisasi. Komunitas ini berhasil menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisional sambil tetap relevan dalam konteks sosial kontemporer, menjadikan ritual keagamaan mereka sebagai benteng pelestarian warisan budaya yang tak ternilai.