ABSTRACT West Aceh Regency continues to report a high prevalence of stunting cases, with one of the highest incidences found in Bubon Subdistrict, registering at 36.9%. In response, the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) has implemented various interventions aimed at reducing stunting rates, including the Toddler Family Development Activity Group Program (POKTAN BKB). This study aims to analyze maternal participation in the POKTAN BKB program as a preventive measure against stunting, utilizing the Health Belief Model (HBM) framework. This research employed a quantitative approach with an observational design and a cross-sectional methodology. The study was conducted in Bubon Subdistrict, targeting a population of 269 mothers with toddlers, from which a sample of 147 respondents was selected. The findings revealed that among the independent variables—namely perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy—there was a statistically significant correlation between perceived severity and maternal participation in the program (p-value = 0.027), as well as between self-efficacy and participation (p-value = 0.003). Conversely, no significant correlation was observed between program participation and the variables of perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barriers, or cues to action. It is recommended that future research undertakes a more in-depth exploration of participation levels within the POKTAN BKB program. A comprehensive and integrative study is essential to elucidate the interactions among perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, self-efficacy, and other contributing factors that may influence maternal engagement in the POKTAN BKB initiative Keywords: Health Belief Model, Family, Toddler, Participation, Stunting. ABSTRAK Aceh Barat masih menduduki angka kasus stunting yang tinggi, salah satu nya di Kecamatan Bubon yaitu dengan persentase (36,9%). Salah satu upaya yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menurunkan angka stunting melalui program Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (POKTAN BKB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keikutsertaan ibu pada program Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (POKTAN BKB) dalam usaha mencegah stunting menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Metodologi penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bubon, dengan populasi ibu yang memiliki balita sebanyak 269 orang dengan sampel yang didapatkan sebanyak 147 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel independen yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi cues to action, dan persepsi self efficacy perilaku ibu, menunjukkan adanya korelasi hubungan antara persepsi keseriusan perilaku ibu dengan partisipasi program (p-value 0,027) dan korelasi hubungan antara persepsi self efficacy perilaku ibu dengan partisipasi program (p-value 0,003). Sedangkan variabel persepsi kerentanan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan persepsi cues to action perilaku ibu tidak terdapat korelasi hubungan yang signifikan dengan partisipasi program. Saran dari penelitian ini dimasa depan hendaknya mengkaji lebih dalam mengenai tingkat partisipasi dalam program POKTAN BKB, penelitian yang komprehensif serta menyeluruh diperlukan untuk melihat bagaimana interaksi antara persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak, efikasi diri pada ibu hingga faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat partisipasi dalam program POKTAN BKB Kata Kunci: Health Belief Model, Keluarga, Balita, Partisipasi, Stunting