This Author published in this journals
All Journal Empiricism Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Interaksi Antara Pestisida dan Mikroorganisme Tanah: Degradasi Menggunakan Pendekatan Molekuler Fibriyani, Eka; Suwardji, Suwardji; Susilowati, Lolita Endang
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wrf5b524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi antara pestisida dan mikroorganisme tanah serta mekanisme biodegradasi yang terjadi melalui pendekatan molekuler. Metode yang digunakan adalah literature review dengan analisis kualitatif deskriptif terhadap 35 artikel utama yang dipilih melalui prosedur PRISMA dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pestisida dapat menurunkan keragaman mikroba tanah, menghambat aktivitas enzim, serta memicu pergeseran struktur komunitas mikroba, namun sejumlah bakteri dan fungi seperti Pseudomonas, Bacillus, Rhodococcus, Flavobacterium, Aspergillus, dan Penicillium yang mampu mendegradasinya melalui enzim kunci yang dikode oleh gen seperti opd, mpd, dan phnJ. Efektivitas degradasi ini sangat dipengaruhi oleh pH, suhu, bahan organik, dan tekstur tanah. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa pemahaman biodegradasi pestisida memerlukan integrasi antara analisis molekuler dan faktor ekologi, sehingga pengelolaan tanah berkelanjutan harus mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara bersamaan. Interaction Between Pesticides and Soil Microorganisms: Degradation Using a Molecular Approach Abstract This study aims to examine the interaction between pesticides and soil microorganisms and the biodegradation mechanisms that occur through a molecular approach. The method used is a literature review with descriptive qualitative analysis of 35 primary articles selected using the PRISMA procedure from various scientific databases. The results of the study indicate that pesticides can reduce soil microbial diversity, inhibit enzyme activity, and trigger shifts in microbial community structure. However, several bacteria and fungi such as Pseudomonas, Bacillus, Rhodococcus, Flavobacterium, Aspergillus, and Penicillium are capable of degrading them through key enzymes encoded by genes such as opd, mpd, and phnJ. The effectiveness of this degradation is strongly influenced by pH, temperature, organic matter, and soil texture. Overall, this study confirms that understanding pesticide biodegradation requires an integration of molecular analysis and ecological factors, so that sustainable soil management must consider both aspects simultaneously.
Analisis Komparasi Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Semangka Musim Tanam I & Musim Tanam II di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Siddik, Muhamad; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sct88a21

Abstract

Usahatani semangka merupakan komoditas hortikultura yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Lape. Petani rata-rata menanam semangka setelah menanam padi dua kali dalam setahun, yaitu pada musim tanam kemarau I dan musim tanam kemarau II. Perbedaan kondisi iklim dan serangan hama antar musim tanam sering menyebabkan ketimpangan produksi yang berdampak pada fluktuasi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produksi, pendapatan, serta efisiensi usahatani semangka pada kedua musim tanam tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa dengan mengambil dua desa sampel, yaitu Desa Lape dan Desa Labuan Kuris yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan produksi semangka terbanyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 34 petani semangka yang dipilih secara  proportional random sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif  melalui perhitungan produksi, pendapatan, efisiensi usahatani; kemudian diuji secara statistik dengan uji t untuk membandingkan kedua musim di atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani semangka pada musim tanam kemarau I lebih tinggi dan berbeda siginifikan dengan musim tanam kemarau II. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja usahatani semangka pada musim tanam kemarau I di Kecapatan Lape lebih baik  dibandingkan musim tanam kemarau II. Comparative Analysis of Production, Income and Efficiency of Watermelon Farming During Dry Season I and II in Lape District Sumbawa Regency Abstract Watermelon farming is a horticultural commodity that plays an important role in increasing farmer income in Lape District. Farmers generally plant watermelon after planting rice twice a year, namely in the first dry planting season and the second dry planting season. Differences in climate conditions and pest attacks between planting seasons often cause production imbalances that impact farmer income fluctuations. This study aims to analyze and compare watermelon production, income, and farming efficiency in the two planting seasons. The study was conducted in Lape District, Sumbawa Regency, by selecting two sample villages, namely Lape Village and Labuan Kuris Village, which were selected by purposive sampling based on the highest watermelon production. The study used a comparative descriptive method with a quantitative approach to 34 watermelon farmers selected by proportional random sampling. Data were analyzed descriptively quantitatively through calculations of production, income, and farming efficiency; then tested statistically with a t-test to compare the two seasons above. The results of the analysis showed that watermelon production, income, and farming efficiency in the first dry planting season were higher and significantly different from those in the second dry planting season. This finding confirms that the performance of watermelon farming in the first dry planting season in Lape District was better than in the second dry planting season.
Efisiensi Pemasaran Semangka di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Sjah, Taslim; Hayati, Hayati
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menganalisis margin pemasaran, farmer’s share, distribusi keuntungan, dan efisiensi pemasaran semangka di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan menggunakan metode kuantitatif. Responden terdiri atas 34 petani yang ditentukan dengan proportional random sampling serta 13 lembaga pemasaran yang terdiri atas 5 pedagang pengepul, 3 pedagang antar pulau, dan 5 pedagang pengecer yang ditentukan dengan metode snowball sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, dengan data primer diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran I yang berorientasi pada pasar lokal dan saluran II yang berorientasi pada pasar luar daerah. Saluran I memiliki margin pemasaran sebesar Rp2.140 dan farmer’s share sebesar 60,40%, sedangkan saluran II memiliki margin sebesar Rp6.740 dan farmer’s share sebesar 32,60%. Rasio distribusi keuntungan pada saluran I sebesar 0,90, sedangkan saluran II sebesar 0,38, yang menunjukkan bahwa distribusi keuntungan pada saluran I lebih proporsional. Berdasarkan indikator margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio distribusi keuntungan, saluran I relatif lebih efisien dalam memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani. Namun, saluran II tetap memiliki peran penting secara operasional karena mampu menyerap hasil panen dalam volume lebih besar, memberikan kepastian pembelian, dan memperluas akses pemasaran semangka Kecamatan Lape ke luar daerah. Dengan demikian, penilaian efisiensi pemasaran perlu mempertimbangkan tidak hanya bagian harga yang diterima. Efficiency of Watermelon Marketing in Lape District Sumbawa Regency Abstract This study aims to identify marketing channels and analyze marketing margins, the farmer’s share, profit distribution, and marketing efficiency for watermelons in Lape District, Sumbawa Regency. Conducted in 2026 using a quantitative approach, the study involved 34 farmers selected via proportional random sampling and 13 marketing agents comprising 5 collectors, 3 inter-island traders, and 5 retailers selected using snowball sampling. Data consisted of both primary and secondary sources, with primary data gathered through direct interviews using questionnaires. The results reveal two marketing channels: Channel I, oriented toward the local market, and Channel II, oriented toward markets outside the region. Channel I exhibited a marketing margin of Rp2,140 and a farmer’s share of 60.40%, whereas Channel II showed a margin of Rp6,740 and a farmer’s share of 32.60%. The profit distribution ratio was 0.90 for Channel I and 0.38 for Channel II, indicating a more proportional profit distribution in Channel I. Based on indicators such as marketing margin, farmer’s share, and profit distribution ratio, Channel I is relatively more efficient in delivering direct economic benefits to farmers. However, Channel II remains operationally significant, as it absorbs larger harvest volumes, ensures purchase certainty, and expands market access for watermelons from Lape District to regions beyond the local area. Consequently, assessments of marketing efficiency must consider factors beyond just the share of the price received