Perubahan pola konsumsi mahasiswa di era modern menyebabkan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan bahan tambahan seperti monosodium glutamat (MSG) yang berdampak pada fungsi hormon dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara asupan MSG dan makanan cepat saji terhadap fungsi hormon serta gangguan sistem reproduksi mahasiswa. Metode yang digunakan ialah studi literatur deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai hasil penelitian dari jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil kajian, konsumsi MSG berlebih dapat memicu stres oksidatif yang mengganggu sumbu hipotalamus–hipofisis–gonad (HHG), menurunkan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron, serta mengganggu siklus menstruasi dan kualitas sperma. Makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan garam berkontribusi terhadap resistensi insulin dan ketidakseimbangan metabolik yang berdampak pada gangguan hormon seks. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat menyebabkan dismenore, penurunan kesuburan, dan disfungsi hormonal jangka panjang. Sebagai solusi, mahasiswa disarankan untuk mengurangi konsumsi MSG dan makanan cepat saji, meningkatkan asupan makanan bergizi seimbang yang kaya antioksidan seperti buah dan sayuran, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur dan manajemen stres guna menjaga fungsi hormon dan sistem reproduksi tetap optimal.