Sudirmanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali : Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s Andi Abd. Muis; Sudirmanto; Nur Aliah; Dewi T
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9377

Abstract

Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.
KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS PROSES DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SURAH AL-GHÂSYIYAH 17–20 DAN AL-MU’MINUN 12–16 Aliahh, Nur; Rosmiati Ramli; Sudirmanto; Siti Rondhiyah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/x8k3x891

Abstract

This study aims to analyze the process-based educational concept in the Qur’an through an examination of Surah Al-Ghâsyiyah verses 17–20 and Surah Al-Mu’minun verses 12–16 to formulate Qur’anic pedagogical principles relevant to modern education. The research employs a qualitative approach using thematic exegesis and pedagogical analysis of the verses, supported by classical tafsir literature and educational theories. The findings reveal that both sets of verses present a systematic learning structure emphasizing empirical observation, gradual processes (tadarruj), intellectual reflection, and the integration of cognitive and spiritual dimensions. Surah Al-Ghâsyiyah illustrates a learning model based on observing real-world phenomena as the foundation of knowledge formation, while Surah Al-Mu’minun portrays the stages of human creation as a paradigm of progressive and structured learning development. These findings confirm that Qur’anic educational concepts are aligned with contemporary educational theories such as constructivism, inquiry learning, and developmental learning. Therefore, the Qur’an can be understood as a conceptual source of holistic education that positions process as the core of effective and meaningful learning.