Conny Oktizulvia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Kepala Ruangan dalam Mengelola Strategi Gaya Manajemen Konflik Untuk Meningkatkan Kinerja Perawat Conny Oktizulvia; Asmawati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 2 (2025): JPIK - Desember 2025 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i2.119

Abstract

Conflict in the nursing environment is an unavoidable phenomenon that has a direct impact on nurses' performance. The head nurse plays an important role in managing conflict to prevent it from negatively impacting performance and the quality of nursing care. This Community Service activity aims to increase the knowledge and understanding of nurse managers, especially head nurses, regarding conflict management style strategies as an effort to support improved performance of implementing nurses at Hospital in Padang. The activity will be held on August 28, 2025, using interactive lecture-based talks with question-and- answer discussions and evaluations in the form of pre-tests and post-tests. A total of 15 nurse managers with the position of head nurse will participate in this activity. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests using an instrument to assess knowledge about   conflict management styles. The results of the activity show an increase in the average knowledge score from 10.47 (pre-test) to 14.53 (post-test), representing an increase of 38.7% with a p-value of 0.001 (p<0.05). These results indicate that educational activities are able to improve nurse managers' understanding of conflict management styles strategies, which is expected to impact improved performance and a harmonious work environment in nursing. This education is effective in increasing participants' understanding of the application of conflict management strategies, which is expected to support a more harmonious work environment and optimal nursing performance.
Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang Anggia Flosty Amarha; Sari Indah Kesuma; Conny Oktizulvia
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2070

Abstract

Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Ronde Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Putri Kumbara; Asmawati; Conny Oktizulvia
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1072

Abstract

Pelaksanaan ronde keperawatan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui diskusi, evaluasi, dan pembelajaran langsung di ruang rawat inap. Hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yaitu 5 orang (62,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang memadai mengenai prosedur dan tujuan ronde keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif perawat dengan pelaksanaan ronde keperawatan di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang pada bulan Februari sampai Agustus 2025. Sampel berjumlah 45 orang perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (62,2%) belum melaksanakan ronde keperawatan secara baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (51,1%), sikap positif (75,6%), dan norma subjektif positif (75,6%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan norma subjektif dengan pelaksanaan ronde keperawatan (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, dan norma subjektif perawat berhubungan secara bermakna dengan pelaksanaan ronde keperawatan. Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk meningkatkan dukungan organisasi, supervisi, serta program pengembangan kompetensi perawat secara berkelanjutan agar pelaksanaan ronde keperawatan dapat berjalan optimal dan mutu pelayanan keperawatan semakin meningkat.