Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PUBERTAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA/I DI PONDOK PESANTREN  SMP SABILUNA Deliza Febriaty; Dissa Nur Olivia; Hana Maulida Aliyah; Annisa Deliana; Shaffiya Azzahra Erwina Sari; Achmad Fitroh; Abul A’la Al Mududi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6904

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan terjadinya pubertas dan berbagai perubahan fisik, psikologis, serta sosial. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi dapat menimbulkan kesalahpahaman, perilaku berisiko, serta masalah kesehatan di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pubertas dan kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren SMP Sabiluna dengan sasaran 25 siswa/siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media PowerPoint dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 12 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi, ditandai dengan meningkatnya persentase kategori pengetahuan baik dari 48% pada pre-test menjadi 76% pada post-test, serta menurunnya kategori pengetahuan cukup dan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi pubertas efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perubahan selama masa pubertas dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif untuk membentuk sikap positif dan perilaku hidup sehat pada remaja.
Determinan Perilaku Merokok Elektrik (VAPE) pada Remaja Menurut Theory of Planned Behavior Annisa Deliana; Luqman Effendi
Jurnal Medika Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v4i1.2170

Abstract

The smoking problem is one of the significant global health challenges, with a tobacco epidemic in Indonesia. A concerning phenomenon at present is the increasing prevalence of smoking among adolescents, as well as the growing popularity of electronic cigarets or vapes as a supposedly safer alternative. The purpose of this study is to analyze the determinants of electronic smoking behavior in adolescents using the Theory of Planned Behavior (TPB) approach. The research method for this study is a Systematic Literature Review, which utilizes databases including PubMed, Google Scholar, and published journals. This research is taken from sources from the last 10 years and was conducted in November-December 2025. The results of this study indicate that e-cigarette smoking behavior in adolescents is significantly influenced by the three main components of the TPB: attitude toward the behavior, subjective norms, and perceived behavioral control. The main conclusion is the need for a comprehensive strategy that involves strengthening the role of families, educating about health hazards, and implementing stricter smoke-free zone regulations and advertising restrictions to protect the future health of adolescents.