Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Faktor Cuaca (Curah Hujan, Kelembapan, dan Suhu) Terhadap Kejadian DBD Dissa Nur Olivia; Suherman; Sekarputri, Ayunda Larasati
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.412

Abstract

Demam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan yang besar bagi masyarakat belum lagi ditambah karena pengaruh perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor perubahan cuaca terhadap kejadian DBD yang marak di seluruh dunia. Metode analisis yang digunakan adalah kajian literatur serta menggunakan jurnal terbit 5 tahun terakhir dengan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Waktu pelaksanaan pekerjaan dimulai dari bulan Maret-April. Hasil penelitian ini berfokus pada pengaruh perubahan cuaca seperti suhu, udara, dan curah hujan dalam perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Faktor suhu sekitar 25-30 derajat celcius yang cocok untuk tempat telur nyamuk, faktor curah hujan yang tidak tinggi dan terus menerus bisa menjadi peluang untuk tempat perindukannya karena banyak genangan air sebagai media, dan kelembaban yang paling cocok dengan perkembangan nyamuk itu sekitar lebih dari 60% tidak kurang dari itu. Perubahan faktor cuaca sangat mempengaruhi siklus hidup nyamuk bisa menjadi lebih cepat perkembangbiakannya bisa juga justru menghambat perkembangbikannya.  
EDUKASI PUBERTAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA/I DI PONDOK PESANTREN  SMP SABILUNA Deliza Febriaty; Dissa Nur Olivia; Hana Maulida Aliyah; Annisa Deliana; Shaffiya Azzahra Erwina Sari; Achmad Fitroh; Abul A’la Al Mududi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6904

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan terjadinya pubertas dan berbagai perubahan fisik, psikologis, serta sosial. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi dapat menimbulkan kesalahpahaman, perilaku berisiko, serta masalah kesehatan di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pubertas dan kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren SMP Sabiluna dengan sasaran 25 siswa/siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media PowerPoint dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 12 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi, ditandai dengan meningkatnya persentase kategori pengetahuan baik dari 48% pada pre-test menjadi 76% pada post-test, serta menurunnya kategori pengetahuan cukup dan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi pubertas efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perubahan selama masa pubertas dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif untuk membentuk sikap positif dan perilaku hidup sehat pada remaja.