Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS DAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA MOTOR INDUKSI SATU FASA DI LABORATORIUM TEKNIK MESIN PERTAHANAN AKADEMI MILITER Sembiring, Dorado; Saputra, Hafidh Afriansyah
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i1.397

Abstract

Penggunaan beban listrik yang dominan bersifat induktif pada sistem tenaga listrik menyebabkan menurunnya faktor daya (power factor) sehingga konsumsi daya reaktif meningkat dan menimbulkan rugi-rugi energi serta denda pemakaian kVAR dari PLN. Upaya perbaikan faktor daya diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi listrik, khususnya di lingkungan industri dan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor daya, daya aktif, daya reaktif, serta kebutuhan kapasitor sebagai kompensator daya reaktif pada motor induksi 1 fasa yang digunakan pada Laboratorium Teknik Mesin Pertahanan Akademi Militer. Pengujian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tanpa kapasitor dan dengan kapasitor, menggunakan voltmeter, ammeter, wattmeter, dan cos phi meter sebagai instrumen pengukuran utama. Hasil pengukuran awal pada beberapa motor menunjukkan nilai faktor daya rendah, antara lain mesin gergaji listrik sebesar 0,68 lagging dan mesin gerinda meja sebesar 0,4 lagging, dengan daya reaktif yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan kompensasi menggunakan kapasitor untuk mencapai target faktor daya 0,98. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kebutuhan kapasitor sebesar 23 µF untuk mesin gergaji listrik dan 25,8 µF untuk mesin gerinda meja. Pengujian perbaikan menggunakan kapasitor 15,5 µF—menyesuaikan ketersediaan di laboratorium—menunjukkan adanya peningkatan faktor daya menjadi 0,75 pada mesin gergaji listrik dan 0,48 pada mesin gerinda meja meskipun belum mencapai nilai target. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemasangan kapasitor terbukti dapat memperbaiki faktor daya, mengurangi aliran daya reaktif dari jaringan, dan meningkatkan efisiensi pemakaian energi listrik. Namun diperlukan pemilihan kapasitor dengan nilai kapasitansi yang tepat untuk memperoleh hasil perbaikan faktor daya yang optimal.
ANALISIS KERJA SAMA INDONESIA–PRANCIS DALAM KERANGKA PERTAHANAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN INDO-PASIFIK Purify, Aura; Sembiring, Dorado; Kusman, Asep
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i1.398

Abstract

Isu pertahanan berkelanjutan (sustainable defense) semakin memperoleh perhatian dalam dinamika keamanan internasional, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan intensitas kompetisi geopolitik. Artikel ini menganalisis peluang penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Prancis yang mencakup seluruh domain militer—darat, laut, udara, siber, dan ruang angkasa—dengan menekankan integrasi aspek keberlanjutan lingkungan dalam modernisasi pertahanan. Melalui kajian literatur terhadap kebijakan, doktrin, dan inisiatif kedua negara, penelitian ini mengidentifikasi bahwa Prancis memiliki keunggulan dalam agenda “climate & defense”, sementara Indonesia sedang mendorong modernisasi kapabilitas pertahanan menuju Minimum Essential Force (MEF) yang lebih efisien dan adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerja sama industri pertahanan, transfer teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi dalam penguatan keamanan maritim dan pemantauan wilayah berbasis intelijen geospasial menjadi tiga area prioritas yang dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan postur pertahanan Indonesia. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan kerangka kerjasama pertahanan berkelanjutan antara Indonesia dan Prancis, sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik di masa mendatang.
ANALISIS ANCAMAN DAN MITIGASI SERANGAN CYBER PADA INFRASTRUKTUR INTERNET OF MILITARY THINGS (IOMT) TNI AD : (Kerangka Keamanan Siber Taktis Berbasis Zero Trust) Agung Prapsetyo; Kiki Lestari; Dorado Sembiring
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i2.499

Abstract

The development of Internet of Military Things (IoMT) has revolutionized TNI AD's command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C4ISR) systems, yet simultaneously expanded significant cyber attack surfaces. This study aims to analyze critical cyber threats to TNI AD's IoMT infrastructure through systematic library research method and develop an adaptive mitigation framework for Disconnected, Intermittent, Limited (DIL) characteristics in tactical networks. Data were collected from 32 primary sources including reputable scientific journals (IEEE, ACM, Elsevier), international standards (NIST, MITRE, NATO), defense policy documents (Kemhan RI, DARPA), and ISBN. Analysis employed Systematic Literature Review (SLR) with Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), strengthened by comparative analysis of 15 existing IoT/IoMT security frameworks. Results identified 18 main attack vectors with distribution: perception layer (44%), network layer (33%), and application layer (22%). The proposed mitigation framework integrates Zero Trust Architecture (ZTA), lightweight cryptography (ASCON, Grain-128AEAD), and edge-based anomaly detection with 91-96% detection efficiency based on meta-analysis of empirical studies. The scholarly contribution lies in ZTA adaptation for tactical edge computing aligned with TNI AD operational doctrine and DIL constraints.
ANTENA RUGBY BALL DENGAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR SUDUT SEBAGAI ANTENA WIFI DI PAVILUN TARUNA AKADEMI MILITER Dorado Sembiring; Aura Purify
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i2.505

Abstract

Paviliun Taruna adalah salah satu tempat tinggal Taruna selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer yang mendapatkan fasilitas jaringan internet.  Dibeberapa tempat sudah terpasang Hotspot yang dapat dimanfaatkan Taruna dalam mendukung pendidikannya. Permasalahnya sampai saat ini, sinyal dari hotspot tersebut belum dapat melingkupi seluruh pavilun secara baik dimana dibeberapa tempat sinyal kecil dan terkadang hilang. Sehingga diperlukan peralatan lain yang efesien untuk meningkatkan daya tangkap sinyal tersebut. Salah satu dari peralatan itu adalah Antena yang merupakan  suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan menerima gelombang radio atau elektromagnetik. Pemancaran merupakan satu proses perpindahan gelombang radio atau elektromagnetik dari saluran transmisi ke ruang bebas melalui antena pemancar. Terdapat beberapa jenis antena yang sering digunakan untuk menaikan daya tangkap dari pemancar, diantaranya antena grid dan antena wajan bolic. Pada penelitian ini, digunakan jenis antena Rugby ball (Yuwono, 2005). Antena Rugby ball sebagai antena Ultra Wide Band menggunakan bahan Alumunium dengan konstanta dielektrik  , dengan ukuran tinggi (HA) = 115 mm dan lebar (WA) = 135 mm. Karena bentuknya yang mirip dengan bentuk bola rugby maka antena tersebut dinamakan dengan antena Rugby ball.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI PILAR KETAHANAN NASIONAL DALAM ERA GLOBALISASI Diani Febriasari; Dorado Sembiring
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i2.510

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang berperan penting dalam memperkuat persatuan, identitas nasional, serta integrasi sosial bangsa Indonesia. Di tengah dinamika globalisasi yang ditandai oleh derasnya arus informasi, dominasi bahasa asing, dan penetrasi budaya global, eksistensi Bahasa Indonesia menghadapi tantangan yang berpotensi melemahkan jati diri dan kohesi sosial bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan peran Bahasa Indonesia dalam sistem kenegaraan dan kehidupan berbangsa, mengkaji kontribusinya sebagai salah satu pilar ketahanan nasional, serta merumuskan upaya strategis pembinaan dan pengembangannya di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan pandangan para ahli yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas nasional, instrumen integrasi sosial, dan sarana internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks ketahanan nasional, Bahasa Indonesia berperan sebagai pilar nonmiliter yang memperkuat kohesi sosial, ketahanan budaya, dan kesadaran kebangsaan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kebijakan bahasa, pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor agar tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tengah arus globalisasi
THE IMPACT OF CLIMATE CHANGE ON THE RELIABILITY AND RESILIENCE OF DEFENSE ELECTRONIC SYSTEMS Aura Purify; Dorado Sembiring
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i2.513

Abstract

As global climate patterns shift toward more frequent and intense extremes, the operational reliability of defense electronic systems—the core of modern military capability—faces unprecedented environmental stress. This study investigates the correlation between climate change variables and the degradation of Army electronic hardware through a systematic literature review. Analysis of data from military standards (MIL-STD-810H) and strategic climate projections reveals that rising mean temperatures, persistent humidity, and increased atmospheric salinity significantly accelerate failure modes such as thermal aging, electrochemical corrosion, and dendritic growth. The findings indicate that traditional engineering safety margins, established using static historical data, are increasingly insufficient to maintain Mean Time Between Failures (MTBF) in tropical and volatile theaters. The paper concludes that a paradigm shift in defense procurement is required, recommending the adoption of wide-bandgap (WBG) semiconductors, AI-driven Prognostics and Health Management (PHM), and revised ruggedization protocols to ensure combat readiness in an era of climate volatility.
Instalasi Penerangan Lampu Jalan Dan Penerangan Di Balai Desa Kenalan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Dorado Sembiring; Asep Kusman; Slamet Widodo; M Baidlowi; Feri Anur Setiawan; Muhammad Hifni; Andri Purwoko; Aura Purify
JURNAL NAGARA BHAKTI Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/nb.v5i1.531

Abstract

Ketersediaan penerangan jalan dan penerangan ruangan yang andal pada tingkat pemerintahan desa memegang peranan penting dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran kegiatan administrasi dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan instalasi penerangan lampu jalan dan penerangan di Balai Desa Kenalan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dengan cara merencanakan, merakit, dan mengintegrasikan satu sistem instalasi penerangan listrik lengkap yang mencakup lampu jalan outdoor pada ruas jalan utama desa serta lampu penerangan indoor di dalam balai desa. Urgensi pelaksanaan ini dilatarbelakangi oleh kondisi penerangan sebelumnya yang belum memadai, di mana beberapa ruas jalan masih gelap pada malam hari dan beberapa ruangan di balai desa masih menggunakan lampu redup dengan efisiensi energi rendah. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, perhitungan beban, pemilihan lampu LED hemat energi beserta komponen pendukung, penarikan kabel melalui pipa paralon, pemasangan proteksi MCB, junction kabel, saklar, serta tiang lampu jalan, dan diakhiri dengan pengujian serta serah terima operasional kepada perangkat desa. Sistem penerangan outdoor dibangun menggunakan lampu sorot LED dan cone lampu outdoor yang dipasang pada tiang-tiang yang telah tersedia, sedangkan penerangan indoor memanfaatkan lampu LED 11 W dan 14 W, lampu TL, serta fitting indoor yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem penerangan yang terpasang mampu meningkatkan tingkat iluminasi, efisiensi energi, dan keandalan secara signifikan untuk berbagai kegiatan di balai desa maupun di sepanjang ruas jalan desa. Sesi serah terima juga meningkatkan kemampuan teknis perangkat desa dalam mengoperasikan dan memelihara instalasi. Secara keseluruhan, instalasi ini berhasil memperkuat fungsi Balai Desa Kenalan sebagai pusat kegiatan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bergantung pada infrastruktur penerangan yang memadai.
Pengembangan Sound System Di Balai Desa Tegal Arum Kecamatan Borobudur Magelang Dorado Sembiring; Amino Bima Sakti Purbaya; Agustina Dwi Dwi; Maskatim; Sukardhi; Andri Purwoko; Adi Murtopo; Diani Febriasari; Aura Purify
JURNAL NAGARA BHAKTI Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/nb.v5i1.532

Abstract

Ketersediaan sistem audio yang andal pada tingkat pemerintahan desa memegang peranan penting dalam mendukung kegiatan administrasi, perkumpulan sosial, maupun upacara resmi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem sound di Balai Desa Tegal Arum Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dengan cara merakit dan mengintegrasikan satu rantai audio lengkap yang terdiri dari power amplifier, audio mixer, dan sistem speaker dua arah (two-way). Urgensi pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kondisi perangkat audio sebelumnya yang sudah tidak layak, sering menimbulkan distorsi, tingkat output yang rendah, serta kualitas suara yang tidak konsisten saat digunakan dalam kegiatan desa. Metode yang digunakan meliputi identifikasi komponen, perakitan perangkat keras rangkaian amplifier dan mixer, konstruksi speaker menggunakan driver woofer dan tweeter dengan jaringan crossover, pengujian sistem, serta pelatihan operasional bagi perangkat desa. Amplifier dirancang dengan topologi Class-AB menggunakan trafo 10A, transistor final, dan heatsink besar untuk menjamin kestabilan operasional pada beban kontinu. Mixer menyediakan enam kanal input dengan IC preamp NE5532 untuk kondisioning sinyal rendah noise, sedangkan speaker dibangun menggunakan woofer 12 inch yang dipadukan dengan tweeter dan jaringan crossover di dalam bodi kayu MDF. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem sound yang telah di-pengembangan mampu meningkatkan kejernihan audio, daya output, dan keandalan secara signifikan untuk berbagai kegiatan di balai desa. Sesi pelatihan juga meningkatkan kemampuan teknis perangkat desa dalam mengoperasikan dan memelihara sistem. Secara keseluruhan, pengembangan ini berhasil memperkuat fungsi Balai Desa Tegal Arum sebagai pusat kegiatan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bergantung pada penguatan audio