p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Elektrosista
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA MOTOR INDUKSI SATU FASA DI LABORATORIUM TEKNIK MESIN PERTAHANAN AKADEMI MILITER Sembiring, Dorado; Saputra, Hafidh Afriansyah
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i1.397

Abstract

Penggunaan beban listrik yang dominan bersifat induktif pada sistem tenaga listrik menyebabkan menurunnya faktor daya (power factor) sehingga konsumsi daya reaktif meningkat dan menimbulkan rugi-rugi energi serta denda pemakaian kVAR dari PLN. Upaya perbaikan faktor daya diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi listrik, khususnya di lingkungan industri dan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor daya, daya aktif, daya reaktif, serta kebutuhan kapasitor sebagai kompensator daya reaktif pada motor induksi 1 fasa yang digunakan pada Laboratorium Teknik Mesin Pertahanan Akademi Militer. Pengujian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tanpa kapasitor dan dengan kapasitor, menggunakan voltmeter, ammeter, wattmeter, dan cos phi meter sebagai instrumen pengukuran utama. Hasil pengukuran awal pada beberapa motor menunjukkan nilai faktor daya rendah, antara lain mesin gergaji listrik sebesar 0,68 lagging dan mesin gerinda meja sebesar 0,4 lagging, dengan daya reaktif yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan kompensasi menggunakan kapasitor untuk mencapai target faktor daya 0,98. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kebutuhan kapasitor sebesar 23 µF untuk mesin gergaji listrik dan 25,8 µF untuk mesin gerinda meja. Pengujian perbaikan menggunakan kapasitor 15,5 µF—menyesuaikan ketersediaan di laboratorium—menunjukkan adanya peningkatan faktor daya menjadi 0,75 pada mesin gergaji listrik dan 0,48 pada mesin gerinda meja meskipun belum mencapai nilai target. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemasangan kapasitor terbukti dapat memperbaiki faktor daya, mengurangi aliran daya reaktif dari jaringan, dan meningkatkan efisiensi pemakaian energi listrik. Namun diperlukan pemilihan kapasitor dengan nilai kapasitansi yang tepat untuk memperoleh hasil perbaikan faktor daya yang optimal.
ANALISIS KERJA SAMA INDONESIA–PRANCIS DALAM KERANGKA PERTAHANAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN INDO-PASIFIK Purify, Aura; Sembiring, Dorado; Kusman, Asep
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i1.398

Abstract

Isu pertahanan berkelanjutan (sustainable defense) semakin memperoleh perhatian dalam dinamika keamanan internasional, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan intensitas kompetisi geopolitik. Artikel ini menganalisis peluang penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Prancis yang mencakup seluruh domain militer—darat, laut, udara, siber, dan ruang angkasa—dengan menekankan integrasi aspek keberlanjutan lingkungan dalam modernisasi pertahanan. Melalui kajian literatur terhadap kebijakan, doktrin, dan inisiatif kedua negara, penelitian ini mengidentifikasi bahwa Prancis memiliki keunggulan dalam agenda “climate & defense”, sementara Indonesia sedang mendorong modernisasi kapabilitas pertahanan menuju Minimum Essential Force (MEF) yang lebih efisien dan adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerja sama industri pertahanan, transfer teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi dalam penguatan keamanan maritim dan pemantauan wilayah berbasis intelijen geospasial menjadi tiga area prioritas yang dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan postur pertahanan Indonesia. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan kerangka kerjasama pertahanan berkelanjutan antara Indonesia dan Prancis, sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik di masa mendatang.