Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga memunculkan masalah psikologis baru, salah satunya adalah nomophobia (no mobile phone phobia). Kondisi ini ditandai dengan kecemasan berlebihan ketika individu tidak dapat mengakses telepon genggam. Fenomena tersebut banyak dialami oleh remaja, termasuk siswa madrasah, yang cenderung memiliki ketergantungan tinggi terhadap interaksi sosial berbasis ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan teknik self-management dalam menurunkan tingkat nomophobia pada siswa kelas XI MAN 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa yang memiliki tingkat nomophobia tinggi berdasarkan hasil pengukuran awal. Intervensi konseling kelompok dilakukan dalam enam sesi dengan fokus pada strategi pengelolaan diri melalui tahapan self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata dari 31,99 pada pre-test menjadi 23,75 pada post-test. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,012 (< 0,05), yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nomophobia sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, konseling kelompok berbasis teknik self-management terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nomophobia siswa serta dapat direkomendasikan sebagai strategi intervensi di lingkungan sekolah untuk mengurangi kecanduan ponsel dan meningkatkan keterampilan regulasi diri remaja.