Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam menginternalisasi nilai akhlakul karimah di tengah arus globalisasi yang membawa perubahan nilai sosial. PPAI Darul Huda dengan 185 santri dan rasio pendamping 1:7,7 memerlukan optimalisasi metode pendampingan agar internalisasi nilai akhlak berjalan efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan peran kyai dan ustadz sebagai teladan melalui program pendampingan terstruktur yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research dengan mengintegrasikan lima metode: keteladanan langsung, pembiasaan terstruktur, nasihat kontekstual, pendampingan personal, dan refleksi diri. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen kuantitatif (lembar observasi perilaku dan kuesioner persepsi) dan kualitatif (wawancara, FGD, jurnal refleksi) terhadap 30 santri sampel. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor perilaku akhlak sebesar 42,8% dengan 90% santri mencapai kategori Baik atau Sangat Baik, penurunan pelanggaran disiplin 67%, serta terbentuknya budaya saling mengingatkan dan sistem pendampingan yang berkelanjutan. Program ini menghasilkan panduan pendampingan akhlak yang dapat direplikasi dan membuktikan bahwa keteladanan yang konsisten dikombinasikan dengan pendampingan terstruktur efektif menginternalisasi nilai akhlakul karimah, memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di pesantren.