Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN KANWIL HUKUM PROVINSI SUMATERA SELATAN DALAM MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN NOTARIS BERDASARKAN PERMENKUMHAM RI NO. 22 TAHUN 2025 TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN, CUTI, PERPINDAHAN , PEMBERHENTIAN DAN PERPAJANGAN MASA JABATAN NOTARIS. M. Tohir; Mujiburrahman; Alwi Rahman
Justici Vol 19 No 1 (2026): Justici
Publisher : Fakultas Hukum Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/justici.v19i1.1128

Abstract

Peranan dan kedudukan memiliki hubungan saling ketergantungan satu sama lainnya, karena peran tanpa kedudukan tidak akan bisa melaksanakan peranannya.Peran selalu melekat pada kedudukan yang dimiliki oleh sesorang atau organ. Oleh karena itu maka kita akan melihat peran Kanwil hukum sebagai organisasi negara dan perangkatnya dalamnya sebagai perangkat pemerintah. Peran ini akan dikaitkan dengan kedudukan Kanwil hukum sebagai pengawas dan yang merekomendasikan jabatan notaris yang berkedudukan di daerah Provinsi dan Kabupaten dan kota. Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana Peranan Kanwil hukum Provinsi Sumatera Selatan dalam pengangkatan dan pemberhentian Notaris berdasarkan Permenhukum dan HAM No.22 Tahun 2025 dan Apa saja prosedur dan mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Notaris berdasarkan protokol notaris. Peranan Kanwil Hukum Provinsi Sumatera Selatan dalam pengangkatan dan pemberhentian Notaris berdasarkan Permenhukum dan HAM No.22 Tahun 2025 .adalah Kanwil hukum memiliki fungsi dan tugas sebagai lembaga administrasi hukum umum yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan serta melakukan pengangkatan dan pemberhentian notaris melalui rekomendasi dari lembaga MPD yang diangkat dan ditunjuk oleh Kanwil hukum. Dan Prosedur dan mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Nortaris berdasarkan protokol notaris bahwa prosedurnya dapat dilakukan dengan mekanisme yang normal dan melalui tahapan pemeriksaan dan peneyelesaiaan oleh lembaga MPD sebagai lembaga yang berwenang merekomendasikan penngkatan, pemberhentian dan penunjukan notaris lama dan penujukan ke notaris baru.
Integrating Halal Nutraceutical Product Development with Religious Mentoring in a Convert-dominant Farming Community Zainal Arifin; Junaidi, Junaidi; Moh Holil Baitaputra; Mufaizin, Mufaizin; M. Tohir
Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 1 (2026): August: Servitia: Journal of Community Service and Engagement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/qt2kd691

Abstract

In a convert-dominant Muslim community surrounded by a Christian majority in rural East Java, Indonesia, organic vegetable farmers face two intersecting challenges: low economic value from unprocessed produce and weak religious mentoring due to economic pressures. This community empowerment study aimed to integrate halal nutraceutical product training with Islamic religious mentoring to enhance both entrepreneurial skills and religious participation among 10 female farmers from the "Ngudi Rahayu" organic farming group. Using a group-based participatory action research design over three months (June–August 2021), the intervention included socialization, production training for organic vegetable chips, packaging and marketing under Islamic principles, and weekly religious mentoring. Data were collected through observation, in-depth interviews with community and religious leaders, and documentation of program outputs. Results showed that all 10 participants developed entrepreneurial competencies, successfully produced halal-certifiable vegetable chips, and actively engaged in religious activities with support from local mosque leaders and the district office of religious affairs. Stakeholders, including the village head and youth organization leader, reported high enthusiasm and perceived improvements in both economic and religious resilience. The study concludes that simultaneously addressing economic and religious needs is feasible and effective for convert communities. The implication is a novel integrative empowerment model the Halal Empowerment Model for Convert Communities (HEMCC)—that combines halal nutraceutical entrepreneurship with sustained religious mentoring. This model offers a replicable framework for community development programs in minority-religion contexts.