Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Proses Fermentasi Tempe Berbasis IoT dalam Mengurangi Produk Cacat Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing dan Value Stream Mapping Perwita Sari, Mutia; Septarini, Shofwatunnida'
Jurnal PRINTER: Jurnal Pengembangan Rekayasa Informatika dan Komputer Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal PRINTER: Jurnal Pengembangan Rekayasa Informatika dan Komputer
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jprinter.v3i2.33203

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional berbasis kedelai yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan konsumsi harian masyarakat Indonesia. Namun, proses fermentasi tempe yang masih dilakukan secara konvensional sering menghadapi kendala terkait ketidakstabilan suhu dan kelembapan selama proses pengolahan, sehingga berpotensi menghasilkan produk cacat yang tidak layak konsumsi. Kondisi ini mendorong terjadinya peningkatan Food Lost and Waste (FLW), yang tidak hanya merugikan pelaku usaha dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat menurunkan kapasitas produksi dan memberikan dampak negatif terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi teknologi yang mampu mengendalikan parameter fermentasi secara optimal dan konsisten selama proses berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat produk cacat tempe dan meminimalkan FLW melalui perancangan dan implementasi alat fermentasi berbasis Internet Of Things (IoT). Metodologi penelitian meliputi observasi langsung terhadap proses produksi tempe, penyusunan Value Stream Mapping (VSM) As-Is untuk menganalisis aliran proses dan mengidentifikasi pemborosan, perancangan prototipe alat IoT, pengujian eksperimen pada tiga variasi kondisi fermentasi (ruang terbuka, ruang tertutup, dan inkubator IoT), serta penyusunan VSM To-Be untuk mengukur peningkatan efisiensi proses setelah penerapan alat. Hasil implementasi IoT mampu menjaga kelmabapan dan suhu 30℃-40℃ secara otomatis dan mampu mempersingkat waktu fermntasi yang semula 55 jam menjadi 26 jam
Adopsi Internet Of Things (IOT) Pada Rantai Pasok Pangan Guna Mengurangi Food Lost Waste (FLW) Rantai Pasok Pangan Perwita Sari, Mutia; Septarini, Shofwatunnida
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 11 No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.319-328

Abstract

Soybeans are one of the largest food commodities in Indonesia. Tempe is a soybean product that is a daily staple in Indonesian cuisine. Tempe is a traditional food with high nutritional value, and it is consumed by almost all ages. A common problem is that tempeh doesn't last long after being purchased at the market. Poor quality tempeh affects its taste when consumed. Poor quality tempeh is usually caused by unpredictable weather during the fermentation process and a short storage period. This can increase food loss and waste (FLW). FLW itself is the loss and waste of food, making FLW monitoring crucial for improving food security and mitigating climate change. By measuring and monitoring temperature and humidity parameters in real time, the system integrates IoT technology, such as the DHT11 sensor, to measure temperature and humidity, ensuring that the tempe fermentation process is maintained at a stable temperature and runs optimally.Furthermore, because it is IoT-based, the temperature on this device can be monitored in real time via a smartphone, provided it is connected to the internet. In the monitoring application there is an interface that displays the temperature and humidity at that time and there is a bottom for turning the lights and fans on or off manually.