Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan C-Reactive Protein dengan Disease Activity Score 28 (DAS 28) dan Short Form 36 (Sf 36) pada Pasien Artritis Reumatoid (AR) di Rumah Sakit Royal Prima Frederiko Asido Sirait, Danni; Yani, Herlina; Budi, Andre; Suhartomi, Suhartomi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8924

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit inflamasi kronik yang berdampak pada fungsi fisik, kondisi mental, dan kualitas hidup pasien. Hubungan antara tingkat aktivitas penyakit dan penanda inflamasi seperti C-Reactive Protein  (CRP) dengan kualitas hidup masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara C-Reactive Protein  dan DAS 28 terhadap SF 36 pada pasien Artritis Reumatoid (AR) di Rumah Sakit Royal Prima. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 60 orang pasien Artritis Reumatoid (AR) di Rumah Sakit Umum Royal Prima yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel convenience sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, skor DAS28, kadar CRP, dan skor kualitas hidup (SF36). Data dianalisis secara deskriptif. Korelasi Spearman digunakan untuk menguji hubungan skor DAS28 dan kadar CRP dengan skor SF-36, sedangkan korelasi Kendall tau digunakan untuk menilai hubungan tingkat progresivitas penyakit dan kelompok kadar CRP dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi lemah antara skor DAS28 dan kualitas hidup (p = 0,008; r = –0,339) serta komponen fisik (p = 0,008; r = –0,342), tetapi tidak dengan komponen mental (p = 0,073). Kadar CRP tidak berkorelasi dengan seluruh aspek kualitas hidup, dan hasil tetap tidak signifikan setelah pengelompokan. Maka, dapat disimpulkan bahwa aktivitas penyakit berhubungan dengan kualitas hidup total dan fisik pada pasien AR, sedangkan kadar CRP tidak menunjukkan hubungan bermakna. Faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien AR lebih terkait dengan tingkat aktivitas penyakit dibandingkan marker inflamasi