Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analyst of Education Quality Improvement in Humbang Hasundutan Regency through the School Literacy Movement Pardomuan Manullang; Kristina Juniar Saragih; Ridwan Junaedi Tinambunan; Edward Coco Pardede; Alex Bob
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 08 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, December (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) in improving the quality of education in Humbang Hasundutan Regency. The study employs a qualitative descriptive-analytical approach using case studies at primary and junior secondary school levels, supported by descriptive quantitative data in the form of literacy pre-tests and post-tests, observations of the learning process, and school assessment results. The findings indicate that the implementation of GLS significantly improved students’ literacy skills, with an average score increase of 23.65%, particularly in interpreting textual meaning (26.68%) and drawing conclusions (25.68%). The quality of the learning process also improved, as reflected in increases in text-based learning (46.15%), discussion and reflection activities (54.17%), active student participation (44.44%), and learning motivation (42.86%). In terms of learning outcomes, students’ literacy achievement increased by an average of 24.91%, accompanied by a reduction in the proportion of students in the minimum proficiency category from 48% to 29%, as well as an increase in the intermediate and advanced categories. Nevertheless, the implementation of GLS still faces major challenges, including limited literacy resources, teachers’ workload, and weak monitoring systems. These findings demonstrate that GLS makes a tangible contribution to improving the quality of both the learning process and learning outcomes, with its effectiveness being strongly influenced by the quality of implementation and the support of the school ecosystem.
Pengembangan Program Literasi Numerasi SMP Negeri 1 Pangaribuan Melalui Analisis SWOT Pardomuan Manullang; Astriani Sipayung; Hendra Wanri Lumban Gaol; Herawati Nainggolan; Indrawaty Gultom; Toman Sitompul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4179

Abstract

Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi merupakan salah satu fokus utama kebijakan pendidikan Indonesia dalam upaya memperkuat kompetensi abad ke-21. Namun, capaian literasi dan numerasi siswa SMP di berbagai daerah masih berada pada kategori rendah sehingga diperlukan strategi manajemen sekolah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan analisis SWOT dalam peningkatan literasi dan numerasi di SMP Negeri 1 Pangaribuan. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis dengan subjek terdiri dari kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, guru Matematika, dan beberapa siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT berkontribusi dalam memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman secara komprehensif sehingga sekolah mampu merumuskan strategi literasi dan numerasi yang lebih terarah. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi guru dalam program literasi sekolah dan meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya kemampuan numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa analisis SWOT dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan mutu sekolah yang relevan dan berkelanjutan. Namun, dukungan fasilitas literasi dan pelatihan guru masih perlu ditingkatkan agar upaya peningkatan capaian siswa dapat lebih optimal.