Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Program Literasi Numerasi SMP Negeri 1 Pangaribuan Melalui Analisis SWOT Pardomuan Manullang; Astriani Sipayung; Hendra Wanri Lumban Gaol; Herawati Nainggolan; Indrawaty Gultom; Toman Sitompul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4179

Abstract

Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi merupakan salah satu fokus utama kebijakan pendidikan Indonesia dalam upaya memperkuat kompetensi abad ke-21. Namun, capaian literasi dan numerasi siswa SMP di berbagai daerah masih berada pada kategori rendah sehingga diperlukan strategi manajemen sekolah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan analisis SWOT dalam peningkatan literasi dan numerasi di SMP Negeri 1 Pangaribuan. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis dengan subjek terdiri dari kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, guru Matematika, dan beberapa siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT berkontribusi dalam memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman secara komprehensif sehingga sekolah mampu merumuskan strategi literasi dan numerasi yang lebih terarah. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi guru dalam program literasi sekolah dan meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya kemampuan numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa analisis SWOT dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan mutu sekolah yang relevan dan berkelanjutan. Namun, dukungan fasilitas literasi dan pelatihan guru masih perlu ditingkatkan agar upaya peningkatan capaian siswa dapat lebih optimal.
Implementasi Kepemimpinan Etis Kristiani Dalam Menangani Konflik Internal di Sekolah Rencan Carisma Marbun; Indrawaty Gultom; Herawaty Nainggolan; Hendra Wanri Lumban Gaol
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis implementasi kepemimpinan etis berbasis nilai-nilai kristiani, utamanya model servant leadership yang dijadikan sebagai solusi efektif untuk menangani dan mereduksi konflik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model kepustakaan, penelitian mengkaji berbagai jurnal, buku dan literatur terkait konflik di satuan pendidikan dan pendekatan kepemimpinan berbasis nilai kristiani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan sekolah bersifat multidimensional dan melibatkan seluruh stakeholder. Penyebab utama munculnya konflik yaitu miskomunikasi, perbedaan kepentingan, pembagian tugas yang tidak merata,perbedaan nilai atau gaya kerja, kepemimpinan yang tidak konsisten, persaingan atau kecemburuan, masalah pribadi. Konflik dapat berulang bahkan berujung pada ranah hukum, jika tidak ditangani secara bijaksana. Kepemimpinan etis Kristiani yang berlandaskan servant leadership dan nilai-nilai inti seperti kasih (agape), kerendahan hati, integritas, keadilan, keterbukaan, dan keteladanan Kristus (Markus 10:42–45; Yohanes 13:12–17; 1 Timotius 4:12) terbukti menjadi model paling efektif dalam mereduksi konflik, baik di sekolah Kristen maupun sekolah negeri yang dipimpin oleh pemimpin beriman. Penerapan model ini menciptakan budaya pelayanan, transparansi, dan saling mengasihi sehingga mampu mengubah iklim sekolah menjadi harmonis, meningkatkan kepuasan dan motivasi guru, menurunkan drastis kasus konflik yang berujung hukum, serta membentuk budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Penelitian ini merekomendasikan agar kepala sekolah menerapkan kepemimpinan hamba secara konsisten, yayasan/dinas pendidikan memasukkan pelatihan servant leadership Kristiani dalam pengembangan kepemimpinan, serta peneliti selanjutnya melakukan studi empiris di lapangan untuk mengukur efektivitas model ini secara kuantitatif dan kualitatif.