Afton Zuhri Adnan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Kerja Sama Usaha Perspektif Hadis Nabi SAW: Studi Kualitatif terhadap Praktik Bagi Hasil dalam Ekonomi Syariah Kontemporer Afton Zuhri Adnan
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7217

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis etika kerja sama usaha dalam perspektif hadis Nabi SAW serta implementasinya dalam praktik bagi hasil pada ekonomi syariah kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kegelisahan akademik terhadap kecenderungan formalisme dalam praktik ekonomi syariah, di mana akad bagi hasil sering kali dijalankan secara legalistik tanpa internalisasi nilai etika profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha berbasis bagi hasil, pengelola lembaga ekonomi syariah, serta analisis dokumen akad dan hadis-hadis tematik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dalam hadis Nabi SAW, seperti amanah, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab bersama, telah dipahami sebagai prinsip normatif oleh pelaku usaha, namun penerapannya dalam praktik masih menghadapi kendala struktural dan kontekstual. Faktor risiko usaha, ketimpangan posisi tawar, serta lemahnya tata kelola etika kelembagaan menjadi penyebab utama terjadinya kesenjangan antara norma dan praktik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan internalisasi etika hadis dalam desain akad dan praktik kerja sama usaha agar ekonomi syariah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan secara sosial. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam; Hadis Nabi SAW; Bagi Hasil Syariah
Hadis Ahkam Muamalah sebagai Landasan Pendidikan Etika Sosial dalam Islam Afton Zuhri Adnan; Intan Muthoharoh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.172

Abstract

Islam sebagai agama yang bersifat syumul mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan sosial (muamalah) yang menuntut landasan etika yang kuat. Namun, realitas sosial kontemporer menunjukkan terjadinya krisis etika dalam praktik muamalah, seperti ketidakjujuran, ketidakadilan, eksploitasi, dan melemahnya solidaritas sosial. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara ajaran normatif Islam (das sollen) dan praktik sosial umat (das sein). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Hadis Ahkam Muamalah dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi nilai-nilai etika sosial yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan relevansinya sebagai landasan pendidikan etika sosial Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), melalui pendekatan normatif-teologis dan pedagogis. Sumber data primer berupa kitab-kitab hadis dan literatur fikih muamalah, sedangkan sumber sekunder meliputi buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ahkam muamalah mengandung nilai-nilai etika sosial fundamental, seperti keadilan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan kontekstual, serta relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan Islam melalui internalisasi nilai, pembiasaan perilaku etis, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa Hadis Ahkam Muamalah tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam pendidikan etika sosial Islam.
Pertanggungjawaban Hukum dalam Kasus Fraud pada Smart Contract Syariah: Pendekatan Teori Akad dan Teknologi Ramlan CPLA; Surawan Wondo Satnowo; Ibnu Mas’ud; Afton Zuhri Adnan
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 7 No. 1 (2026): April: Al Maqashid Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v7i1.2911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk fraud yang terjadi dalam smart contract syariah, mengidentifikasi model pertanggungjawaban hukum berdasarkan teori akad dalam fiqh muamalah, serta merumuskan kerangka normatif integratif antara hukum Islam dan hukum teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual dan kasus, menggunakan data sekunder berupa literatur fiqh, regulasi fintech, dan dokumentasi kasus fraud smart contract. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraud pada smart contract dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: eksploitasi bug kode, manipulasi data oracle, dan serangan eksternal. Ditinjau dari teori akad, ketiga bentuk fraud tersebut berimplikasi pada cacat sighat, ketidakjelasan objek akad (gharar), dan pelanggaran prinsip an-taradhin. Prinsip dhaman dalam fiqh muamalah memberikan landasan normatif bagi distribusi tanggung jawab di antara developer, platform, dan pengguna. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka hukum integratif yang mengharmoniskan prinsip syariah dengan tuntutan teknologi digital.