Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KOPI DI KABUPATEN GOWA (Studi Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66370

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelembagaan kelompok tani hutan dalam pengembangan agribisnis kopi, dengan fokus pada Kelompok Tani Parang Maha di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan pengukuran Skala Likert. Responden ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 25 orang yang terdiri atas ketua dan anggota kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan sikap, persepsi, dan pengalaman responden terkait peran kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kelembagaan yang paling signifikan adalah dalam mendukung kesejahteraan anggota melalui kegiatan produktif, dengan skor indeks sebesar 97,60%. Dalam hal fungsi kelembagaan, skor tertinggi (93,60%) adalah dalam menjalin kolaborasi dengan lembaga pemerintah, LSM, dan swasta. Mengenai inovasi kelembagaan, peran kelompok dalam mendorong adopsi teknologi dalam produksi dan pengolahan mendapat skor 92,80%. Secara keseluruhan, peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam mengembangkan agribisnis kopi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Temuan ini menyoroti peran strategis kelembagaan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang agribisnis kopi berbasis masyarakat lokal.Kata Kunci : Peran Kelembagan, Kelompok Tani Hutan, Agribisnis Kopi.AbstractThis study aims to analyze the institutional role of forest farmer groups in coffee agribusiness development, focusing on the Parang Maha Farmer Group in Bontolerung Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. The research method used is descriptive with a qualitative approach combined with Likert Scale measurements. Respondents were determined using a purposive sampling technique of 25 people consisting of group leaders and members. Data were collected through interviews, observations, and Likert Scale-based questionnaires, then analyzed using qualitative descriptive methods to describe respondents' attitudes, perceptions, and experiences regarding institutional roles. The results show that the most significant institutional contribution is in supporting member welfare through productive activities, with an index score of 97.60%. In terms of institutional function, the highest score (93.60%) was in establishing collaboration with government agencies, NGOs, and the private sector. Regarding institutional innovation, the group's role in encouraging technology adoption in production and processing received a score of 92.80%. Overall, the institutional role of the Parang Maha Farmer Group in developing coffee agribusiness is categorized as very high. These findings demonstrate the strategic role of farmer group institutions in strengthening business capacity, improving member welfare, and supporting the long-term sustainability of local community-based coffee agribusiness.Keywords: Institutional Role, Forest Farmer Groups, Coffee Agribusiness.
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan