Parhusip, Debora K.P
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI PETANI MITRA OKIAGARU AGRICOOP TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Manalu, Doni Sahat Tua; Wicaksono, Aditya; Pratama, Agief Julio; Sebayang, Veralianta Br; Awaliyyah, Nadia Febrianti Siti; Nailalmuna, Aghitsni; Syahira, Salwa; Putri, Nabilah; Parhusip, Debora K.P
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68912

Abstract

AbstrakSektor hortikultura mengemban andil vital pada sistem ekonomi Nusantara, pada Kabupaten Cianjur yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah petani. Namun, terdapat kesenjangan antara potensi besar sektor hortikultura dengan masih rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), terutama di kalangan petani mitra Okiagaru implementasi Good Agricultural Practices (GAP), khususnya bagi lingkup petani mitra Okiagaru Agricoop. Riset ini bermaksud guna menelaah perspektif petani mitra Okiagaru Agricoop mengenai aplikasi Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. GAP merupakan pedoman standar pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini memakai tata cara naratif kualitatif serta prosedur kuantitatif. Penghimpunan informasi dilangsungkan lewat instrumen angket, diskusi mendetail, maupun peninjauan situs. Bedah fakta diproses memakai statistika eksplanatif bagi menggambarkan persepsi petani terhadap berbagai aspek penerapan GAP dan dan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konjoin. Simpulan observasi mengindikasikan yakni sebagian besar petani mempunyai impresi baik perihal penerapan GAP, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil panen dan keberlanjutan lingkungan. Faktor utama yang memengaruhi persepsi petani meliputi pengalaman petani, ketersediaan sarana, dan keberlanjutan, biaya penerapan GAP, pengetahuan tentang GAP, dan penyuluhan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan persepsi positif terhadap GAP dapat dicapai melalui edukasi, pelatihan, dan pemberian insentif untuk produk bersertifikat GAP.Kata kunci: Good Agricultural Practices, Persepsi Petani, Hortikultura, Okiagaru Agricoop.AbstractThe hortikultura domain possesses a pivotal function inside the Indonesian financial system, encompassing Kabupaten Cianjur yang demonstrates a substantial escalation in the quantity of petani. Nonetheless, a disparity exists between the immense possibilities of the hortikultura field and the minimal execution of Good Agricultural Practices (GAP), particularly amidst petani mitra Okiagaru Agricoop. This research endeavors to scrutinize the perspective ofOkiagaru Agricoop's partner farmers towards the application of Good Agricultural Practices (GAP) in horticultural crop cultivation in Cianjur Regency, West Java. GAP is an agricultural standard guideline that aims to increase productivity and product quality, maintain environmental sustainability, and improve farmers' welfare. This research employs narrative-focused analytical techniques and numerical procedures. Information gathering was executed via surveys, intensive consultations, and site inspections. Fact processing was performed utilizing explanatory metrics to depict petani impressions regarding diverse facets of the Good Agricultural Practices adoption and arithmetic systems with an integrated evaluation methodology. The findings of the exploration reveal that the preponderance of farmers have a positive perception of the implementation of GAP, especially in improving crop quality and environmental sustainability. The main factors that affect farmers' perceptions include farmer experience, availability of facilities, and sustainability, cost of implementing GAP, knowledge about GAP, and counseling. The study concludes that increasing positive perceptions of GAP can be achieved through education, training, and incentivization for GAP-certified products.Keywords: Good Agricultural Practices, farmer perception, horticulture, Okiagaru Agricoop.