This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Inovasi Gummy Gel Tapak Liman Berbasis Buah Naga Bunga Telang dan Rosella dengan Stevia Hastuti, Arti; Safitri, Desi Agustina; Yanti, Rima; Azkia, Mila; Jannah, Siti Zainabul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22210

Abstract

Perkembangan produk pangan fungsional berbasis bahan alami terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi camilan sehat rendah kalori. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi Gummy Gel Tapak Liman dengan penambahan buah naga, bunga telang, dan rosella sebagai sumber pigmen alami, serta stevia sebagai pemanis non-kalori pengganti sukrosa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen deskriptif dengan uji hedonik dan sensoris melibatkan 30 panelis tidak terlatih untuk menilai warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste menggunakan skala 1–5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memiliki warna merah alami yang menarik (63,3% sangat suka), tekstur kenyal yang disukai (88,2%), dan rasa manis alami yang diterima baik oleh panelis (56,7% suka). Aftertaste dari stevia dinilai ringan tanpa rasa pahit yang menonjol, sedangkan aroma herbal dari kombinasi bahan alami dapat diterima dengan baik. Secara keseluruhan, Gummy Gel Tapak Liman menunjukkan tingkat kesukaan tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai camilan fungsional rendah kalori berbasis bahan alami lokal.
Pengembangan Produk Tempe Inovatif Non-Kedelai Studi Pemanfaatan Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Upaya Upcycling Limbah Pangan Safitri, Desi Agustina; Maulida, Dinar Siti; Badroen, Miftah Matlaul; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22231

Abstract

Ketergantungan terhadap kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe mendorong pencarian alternatif dari sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan. Biji nangka (Artocarpus heterophyllus), yang selama ini menjadi limbah pangan, memiliki kandungan karbohidrat (38,4 g), protein (6,6 g), dan lemak (0,4 g) per 100 g bahan, serta serat pangan dan senyawa bioaktif yang mendukung proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi biji nangka sebagai bahan baku tempe non-kedelai melalui studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe berbasis biji nangka memiliki tekstur padat, aroma khas, dan rasa yang dapat diterima oleh konsumen, dengan kadar protein meningkat setelah fermentasi menjadi sekitar 9,35%, serta kadar serat pangan mencapai 1,23%. Produk ini juga menunjukkan potensi sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa antioksidan alami. Pemanfaatan biji nangka mendukung diversifikasi pangan, pengurangan limbah organik, dan pemberdayaan komoditas lokal melalui pendekatan upcycling. Untuk mencapai kualitas produk yang optimal, diperlukan penelitian lanjutan terkait formulasi, teknik fermentasi, dan evaluasi mutu dalam skala produksi yang lebih luas.
Karbohidrat Kompleks Kentang dan Implikasinya terhadap Kesehatan Metabolik Safitri, Desi Agustina; Nurlaela, Raden Siti; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22641

Abstract

Kentang merupakan jenis umbi yang kaya akan karbohidrat kompleks dan memiliki potensi yang besar sebagai sumber makanan fungsional berkat keberadaan resistant starch yang dapat mendukung kesehatan metabolik. Resistant starch berfungsi seperti serat makanan yang dicerna di usus besar dan memproduksi senyawa yang bermanfaat dalam pengaturan kadar glukosa dan lipid. Di samping itu, kentang juga mengandung berbagai vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif termasuk flavonoid dan fenol yang memiliki sifat antioksidan. Faktor pertanian seperti ketebalan media tanam dan seberapa sering nutrisi diberikan berpengaruh terhadap perkembangan tanaman dan mutu umbi. Teknik pengolahan dan penyimpanan dapat pula meningkatkan jumlah resistant starch, sehingga manfaat fungsional kentang menjadi lebih kuat. Ulasan ini memberikan analisis lengkap tentang kandungan gizi, sifat prebiotik, efek metabolik, dan faktor budidaya serta pengolahan yang memengaruhi kualitas kentang. Secara keseluruhan, kentang memiliki karakteristik yang mendukung perannya sebagai makanan fungsional yang dapat membantu dalam pengendalian glukosa, kesehatan usus, dan keseimbangan metabolisme.