Muhammad Miftahurridlo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Spasial-Temporal Keseimbangan Air Bersih dan Persepsi Masyarakat: Proyeksi Kebutuhan Air Kota Batam 2026–2035 Riki Rahmad; Muhammad Miftahurridlo; Naila Elfira Sari; Nurintan Nasution; Shintia Malau; Septian Prayogi; Abdi Eralisasi Harefa
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.30222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih berdasarkan pertumbuhan penduduk serta pemanfaatan waduk di Kota Batam periode 2026–2035. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik yang dipadukan dengan wawancara kualitatif. Proyeksi penduduk dihitung menggunakan metode geometrik, sedangkan kebutuhan air bersih dianalisis menggunakan standar 190 liter/orang/hari. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik, instansi sumber daya air, jurnal ilmiah, observasi lapangan, dan wawancara masyarakat. Analisis dilakukan melalui proyeksi penduduk, kebutuhan air bersih, ketersediaan air waduk, dan keseimbangan supply-demand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Batam diproyeksikan meningkat dari 1.307.775 jiwa pada tahun 2026 menjadi 1.450.491 jiwa pada tahun 2035. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih meningkat dari 248.477.281 liter/hari menjadi 275.593.259 liter/hari. Ketersediaan air waduk masih berada pada kondisi surplus dengan total supply sebesar 404.524.800 liter/hari, meskipun jumlah surplus terus menurun setiap tahun. Beberapa waduk juga mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi dan kerusakan daerah tangkapan air. Penelitian ini berkontribusi dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui analisis terpadu antara pertumbuhan penduduk, kebutuhan air bersih, kapasitas waduk, dan persepsi masyarakat