Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KONDISI VEGETASI MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI ABRASI DI PANTAI MANGROVE KAMPUNG NIPAH, DESA SEI NAGALAWAN Naila Elfira Sari; Shintia Malau; Feny Cristanti Siburian; Ipantri Naibaho; Muhammad Ridha Syafii Damanik; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi mangrove memiliki peran penting dalam melindungi pesisir dari abrasi melalui kemampuan akar dalam menahan sedimen dan meredam energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove serta efektivitasnya dalam mencegah abrasi di Pantai Mangrove Kampung Nipah, Desa Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan terhadap morfologi vegetasi daun, batang, dan akar serta interpretasi citra satelit Google Earth tahun 2021 dan 2022 untuk melihat perubahan tutupan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi mangrove berada dalam kondisi cukup baik, ditandai dengan daun hijau tebal, batang kokoh, dan akar tunjang yang masih berfungsi optimal. Namun, beberapa bagian area menunjukkan akar menggantung dan adanya sampah anorganik, yang mengindikasikan tekanan lingkungan dan potensi penurunan fungsi ekologis. Analisis citra satelit memperlihatkan adanya peningkatan tutupan vegetasi, meskipun kondisi lapangan menegaskan bahwa kesehatan vegetasi lebih berpengaruh terhadap stabilitas pesisir dibandingkan luas tutupan semata. Secara keseluruhan, mangrove di Kampung Nipah masih berperan penting dalam mitigasi abrasi, namun diperlukan upaya pemeliharaan dan pengendalian pencemaran untuk menjaga fungsinya. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada waktu pengamatan dan belum menggunakan analisis kuantitatif yang lebih mendalam
PEMANFAATAN QRIS SEBAGAI SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL PADA PEDAGANG PASAR MMTC DI KOTA MEDAN Naila Elfira Sari; Shintia Malau; Vita Nurliana; Grace Indah Situmeang; Lasmauli T.G Marpaung; Melani Astika
Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Kreatif Vol 10 No 02 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi NU Trate Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59179/jek.v10i02.166

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi keuangan telah mengubah pola transaksi masyarakat menuju era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital pada pedagang di Pasar Mega Medan Trade Centre (MMTC) Kota Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Populasi penelitian terdiri dari 980 pedagang, dengan 78 pedagang pengguna QRIS dijadikan sebagai sampel melalui teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan QRIS di kalangan pedagang MMTC tergolong tinggi. Sebagian besar pedagang menganggap QRIS memberikan kemudahan transaksi (78,2%), efisiensi waktu, serta keamanan yang baik. Faktor internal seperti kemudahan penggunaan dan rasa aman menjadi pendorong utama adopsi QRIS, sementara faktor eksternal meliputi sosialisasi bank, dorongan pelanggan, dan kebijakan biaya transaksi yang rendah. Kendala yang ditemukan adalah keterlambatan sistem, gangguan jaringan, serta keterbatasan literasi digital sebagian pedagang. Secara keseluruhan, QRIS terbukti mendukung transformasi digital sektor perdagangan tradisional serta meningkatkan efisiensi usaha para pedagang di MMTC Medan. ABSTRACT The development of financial technology has transformed public transaction patterns toward the digital era. This study aims to analyze the utilization of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment system among traders at the Mega Medan Trade Centre (MMTC) Market in Medan City. The research used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data. The population consisted of 980 traders, with 78 QRIS users selected through a census technique. Data were collected through interviews, field observations, and documentation. The results show that QRIS utilization among MMTC traders is relatively high. Most traders perceive QRIS as providing transaction convenience (78.2%), time efficiency, and good security. Internal factors such as ease of use and perceived safety are the main drivers of adoption, while external factors include bank socialization, customer demand, and low transaction fees. Constraints include delayed transactions, network disruptions, and limited digital literacy among some traders. Overall, QRIS supports digital transformation in traditional markets and enhances the business efficiency of MMTC traders.
Analisis Spasial-Temporal Keseimbangan Air Bersih dan Persepsi Masyarakat: Proyeksi Kebutuhan Air Kota Batam 2026–2035 Riki Rahmad; Muhammad Miftahurridlo; Naila Elfira Sari; Nurintan Nasution; Shintia Malau; Septian Prayogi; Abdi Eralisasi Harefa
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.30222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih berdasarkan pertumbuhan penduduk serta pemanfaatan waduk di Kota Batam periode 2026–2035. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik yang dipadukan dengan wawancara kualitatif. Proyeksi penduduk dihitung menggunakan metode geometrik, sedangkan kebutuhan air bersih dianalisis menggunakan standar 190 liter/orang/hari. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik, instansi sumber daya air, jurnal ilmiah, observasi lapangan, dan wawancara masyarakat. Analisis dilakukan melalui proyeksi penduduk, kebutuhan air bersih, ketersediaan air waduk, dan keseimbangan supply-demand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Batam diproyeksikan meningkat dari 1.307.775 jiwa pada tahun 2026 menjadi 1.450.491 jiwa pada tahun 2035. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih meningkat dari 248.477.281 liter/hari menjadi 275.593.259 liter/hari. Ketersediaan air waduk masih berada pada kondisi surplus dengan total supply sebesar 404.524.800 liter/hari, meskipun jumlah surplus terus menurun setiap tahun. Beberapa waduk juga mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi dan kerusakan daerah tangkapan air. Penelitian ini berkontribusi dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui analisis terpadu antara pertumbuhan penduduk, kebutuhan air bersih, kapasitas waduk, dan persepsi masyarakat