Oyster mushrooms are one of the leading export commodities in Madiun Regency, particularly in Kare Village. The region's cool and fertile environment offers significant potential for mushroom cultivation, providing a source of income and business opportunities for the community. However, the baglog mixing process is still carried out manually. This community partnership empowerment program was designed to enhance the production capacity of farmer groups by applying an automation-based mixer machine to accelerate the baglog preparation process. The program consisted of several stages, including socialization, training in technology utilization, machine implementation, mentoring, evaluation, and planning for program sustainability. The implementation results showed that the mixing time was reduced from 2.5 hours to approximately 1 hour for 300 kg of materials. Production capacity increased significantly from an average of 95 to 190 baglogs per day. The improvements in time efficiency, reduction of manual labor, and enhanced homogeneity of materials demonstrate that this program has provided a tangible impact in increasing the productivity and sustainability of oyster mushroom farmer groups in Kare VillageABSTRAKJamur tiram merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kare. Kondisi wilayah yang sejuk dan subur menjadikan desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan dan peluang usaha masyarakat. Namun, proses pencampuran bahan baglog masih dilakukan secara konvensional. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek produksi melalui penerapan mixer machine berbasis otomasi guna mempercepat proses pembuatan baglog. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan teknologi, implementasi mesin, evaluasi dan pendampingan, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil implementasi menunjukkan bahwa waktu pencampuran dapat dipangkas dari 2,5 jam menjadi sekitar 1 jam untuk kapasitas 300 kg bahan. Sedangkan kapasitas produksi meningkat signifikan dari rata-rata 95 baglog per hari menjadi 190 baglog per hari. Efisiensi waktu, pengurangan beban tenaga kerja, serta peningkatan homogenitas bahan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha kelompok tani jamur tiram di Desa Kare