Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPERATIONAL RISK ANALYSIS IN OFFSHORE PRODUCTION FACILITY (OPF): APPLICATION OF RISK FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Izza, Ayu Adista Nurul; Partiwi, Sri Gunani; Nuswantoko, Duto; Kurniawan, Ahmad Misfa
Jurnal Bisnis dan Keuangan Vol 10 No 2 (2025): Business and Finance Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/bfj.v10i2.7751

Abstract

Declining oil and gas production has created significant operational challenges, particularly unplanned shutdowns that reduce the availability of Offshore Production Facilities (OPF). This study applies the Risk Failure Mode and Effect Analysis (RFMEA) method to prioritize equipment failures causing production losses. Eleven critical risks were identified, with three major ones: PLC module fault, instrument regulator problem, and leak in tubing connection, which were classified as the highest priorities for mitigation.
Inovasi Mesin Pencampur Berbasis Otomasi untuk Mengoptimalkan Produksi Jamur Tiram di Desa Kare Kabupaten Madiun Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Maritha, Vevi; Juwari, Juwari; Prasongko, Agung; Nesaputro, Muhammad Wahyue; Aminudin, Achmad; Kulsum, Umi; Kurniawan, Avip; Kurniawan, Ahmad Misfa
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7600

Abstract

Oyster mushrooms are one of the leading export commodities in Madiun Regency, particularly in Kare Village. The region's cool and fertile environment offers significant potential for mushroom cultivation, providing a source of income and business opportunities for the community. However, the baglog mixing process is still carried out manually. This community partnership empowerment program was designed to enhance the production capacity of farmer groups by applying an automation-based mixer machine to accelerate the baglog preparation process. The program consisted of several stages, including socialization, training in technology utilization, machine implementation, mentoring, evaluation, and planning for program sustainability. The implementation results showed that the mixing time was reduced from 2.5 hours to approximately 1 hour for 300 kg of materials. Production capacity increased significantly from an average of 95 to 190 baglogs per day. The improvements in time efficiency, reduction of manual labor, and enhanced homogeneity of materials demonstrate that this program has provided a tangible impact in increasing the productivity and sustainability of oyster mushroom farmer groups in Kare VillageABSTRAKJamur tiram merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kare. Kondisi wilayah yang sejuk dan subur menjadikan desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan dan peluang usaha masyarakat. Namun, proses pencampuran bahan baglog masih dilakukan secara konvensional. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek produksi melalui penerapan mixer machine berbasis otomasi guna mempercepat proses pembuatan baglog. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan teknologi, implementasi mesin, evaluasi dan pendampingan, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil implementasi menunjukkan bahwa waktu pencampuran dapat dipangkas dari 2,5 jam menjadi sekitar 1 jam untuk kapasitas 300 kg bahan. Sedangkan kapasitas produksi meningkat signifikan dari rata-rata 95 baglog per hari menjadi 190 baglog per hari. Efisiensi waktu, pengurangan beban tenaga kerja, serta peningkatan homogenitas bahan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha kelompok tani jamur tiram di Desa Kare
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Kimia Chem Bio Draw dan Hyperchem Untuk Membangun Dasar Pemahaman Visual Struktur Senyawa Kimia Kepada Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Trisnawati, Ade; Ayu Sudarni, Dyan Hatining; Kurniawan, Ahmad Misfa; Setiawan, Mohammad Arfi; Sani, Nabila Mutiara
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1885

Abstract

Materi ikatan kimia merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa Teknik Kimia. Namun, mahasiswa seringkali menghadapi kesulitan dalam memahami struktur senyawa kimia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menggambar struktur dan reaksi kimia, serta memprediksi sifat dan reaktivitas molekul. Selain itu, kurangnya keterampilan berbasis teknologi dalam bidang ini juga menjadi masalah. Aplikasi kimia seperti Chem Bio Draw dan Hyperchem sangat penting untuk memvisualisasikan, memanipulasi, dan menganalisis struktur senyawa kimia dengan presisi tinggi, namun banyak mahasiswa belum familiar dengan penggunaannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visual mahasiswa terhadap struktur senyawa kimia dan membekali mereka dengan keterampilan menggunakan aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa Teknik Kimia dan Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Kimia Dasar. Pelatihan ini mencakup lima tahapan utama yaitu identifikasi masalah melalui pre-test, pengumpulan data, pengumpulan bahan materi, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dengan post-test dan monitoring. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 15,3% peserta yang memiliki pemahaman awal tentang aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Setelah sosialisasi dan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 71% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai aplikasi dan cara penggunaannya untuk mengolah data serta membuat permodelan molekul. Peningkatan pemahaman sebesar 56,5% dari pre-test ke post-test ini mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi kimia tersebut. Secara keseluruhan, pelatihan ini dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam pemahaman struktur senyawa kimia dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggambar, memprediksi sifat molekul, serta memanfaatkan teknologi dalam kimia. Kegiatan ini dapat menjadi model dasar untuk kegiatan serupa di masa mendatang.