Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Patriarchal Structures in Islamic Law and Indonesian Positive Law: A Comparative Legal Analysis from a Gender Justice Perspective Ramadhan, Rahmat Gilang; Hibatullah, Mohammad Rafii'; Farichudzaki, W.K.; Aji, Rajali H.
Komparatif: Jurnal Perbandingan Hukum dan Pemikiran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Department of Comparative Mazhab Comparative, Fakulty of Shariah and Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/komparatif.v5i2.3126

Abstract

This study critically examines the persistence of patriarchal bias in Indonesia’s legal system by comparing Islamic law and positive law through a gender justice lens. This research specifically identifies how patriarchal structures are embedded in family law norms, judicial reasoning, and institutional legal practices, particularly in matters of marriage, lineage, and gendered legal authority. Using a qualitative normative method with a comparative socio-legal approach, the study analyzes statutory regulations, classical and contemporary Islamic legal doctrines, and scholarly interpretations relevant to the Indonesian legal context. The findings reveal a fundamental divergence between the two systems: while positive law formally endorses gender equality, patriarchal bias persists at the level of legal interpretation and implementation, especially within judicial institutions; conversely, Islamic law, when interpreted textually, may reproduce gender hierarchy, yet offers a strong emancipatory potential when re-read through maqāṣid al-sharī‘ah and egalitarian legal reasoning. The study argues that patriarchal bias is not merely normative but institutional, and that meaningful legal reform requires not only doctrinal revision but also transformation of judicial reasoning and legal culture.
Rekonstruksi Status Anak Luar Nikah dalam Sistem Hukum Indonesia: Distingsi antara Anak Zina dan Anak dari Perkawinan Tidak Tercatat Najib, M. Ainun; Musyafa'ah, Nur Lailatul; Aji, Rajali H.
Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Magister Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/sosyus.v6i1.1050

Abstract

Artikel ini mengkaji rekonstruksi status anak luar nikah dalam sistem hukum Indonesia dengan menekankan distingsi antara anak dari perkawinan tidak tercatat dan anak hasil zina. Permasalahan utama terletak pada konstruksi hukum positif yang cenderung menyamakan kedua kategori tersebut, sehingga mengaburkan perbedaan ontologis dan implikasi hukumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta doktrin fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, anak dari perkawinan sah secara agama tetap memiliki legitimasi nasab, sedangkan anak hasil zina pada umumnya tidak, meskipun terdapat pandangan alternatif yang membuka ruang pengakuan melalui mekanisme tertentu. Sementara itu, hukum positif Indonesia belum memberikan pembedaan yang tegas dan cenderung menggunakan pendekatan berbasis hubungan biologis. Artikel ini menawarkan rekonstruksi melalui pendekatan dualistik, yaitu jalur legitimasi bagi anak dari perkawinan tidak tercatat dan jalur proteksi bagi anak hasil zina. Pendekatan ini memungkinkan harmonisasi antara hukum Islam dan hukum positif dengan tetap menjaga prinsip perlindungan nasab dan hak anak secara proporsional.