Muhammad Fikri Septianur Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS LUMPUR KCL POLYMER UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN HOLE CLEANING PADA TRAYEK 12-1/4” FORMASI SHALE BERTEKANAN TINGGI Prasetiyo Garanta, Rendy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rusandy Ramadhan
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24245

Abstract

Pembersihan lubang merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pengeboran, khususnya pada formasi shale bertekanan tinggi yang bersifat reaktif serta mudah mengalami pembengkakan akibat interaksi dengan fluida pemboran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas lumpur berbasis KCl Polymer yang diaplikasikan pada hole berdiameter 12-1/4” dengan kedalaman 3167 ft dan temperatur formasi 165 °F. Fokus penelitian meliputi evaluasi kemampuan lumpur dalam menjaga stabilitas reologi, mengendalikan laju filtrat, serta meningkatkan efektivitas transportasi cutting untuk mencegah permasalahan operasional seperti tight hole, stuck pipe, dan keterlambatan pengeboran. Metodologi penelitian dilakukan melalui pembuatan lumpur KCl Polymer di laboratorium, kemudian diuji menggunakan peralatan standar untuk memperoleh parameter Yield Point (YP), Gel Strength (GS), Low Shear Rate Viscosity (LSRV), serta Cutting Carrying Index (CCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur KCl Polymer mampu menghasilkan nilai YP dan LSRV yang optimal dalam mendukung mekanisme pengangkutan cutting, menjaga GS pada tingkat memadai untuk mencegah pengendapan padatan saat sirkulasi berhenti, serta memberikan sifat inhibisi KCl yang efektif menekan potensi pembengkakan shale melalui mekanisme pertukaran ion. Secara keseluruhan, penggunaan lumpur KCl Polymer pada hole 12-1/4” terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan hole cleaning pada formasi shale bertekanan tinggi, yang ditunjukkan oleh parameter reologi sesuai spesifikasi, densitas lumpur sebesar 13,70 ppg dalam rentang tekanan pori–fraktur, serta nilai CCI sebesar 3,686 yang menandakan kemampuan pengangkutan cutting berada pada kategori sangat baik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OIL-BASED DAN SYNTHETIC LUBRICANT DALAM MENINGKATKAN SIFAT PELUMASAN HIGH-PERFORMANCE WATER BASED MUD Ramadhan, Rusandy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rendy Prasetiyo Garanta
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24246

Abstract

Gesekan dan torsi yang tinggi pada operasi pengeboran dapat menyebabkan pipe stuck, keausan pada peralatan pemboran, dan bahkan bisa kehilangan kontrol sumur, sehingga memerlukan penambahan aditif pelumas. Penelitian ini membandingkan efektivitas oil-based lubricant (mineral oil) dan synthetic lubricant (polyglycol) pada konsentrasi 1% dalam meningkatkan sifat pelumasan HPWBM. Tiga sampel lumpur (non-lubricant, oil-based lubricant, synthetic lubricant) dikondisikan pada 300°F (149°C) selama 16 jam. Pengujian sifat rheologi, filtrasi, dan lubricity (coefficient of friction (CoF) dan torsi) dilakukan sesuai standar API. Penambahan lubricant tidak mempengaruhi densitas (SG 1,45), plastic viscosity (27 cP), dan pH (9,7). Namun, terjadi peningkatan yield point (21-23 lb/100ft²) dan low shear-rate yield point (2-5 lb/100ft²). Oil-based lubricant terbukti lebih efektif menurunkan CoF dari 0,28 menjadi 0,23 (penurunan 12,86%), sedangkan synthetic lubricant hanya menurunkan CoF menjadi 0,26 (penurunan 5,48%). Meskipun oil-based lubricant menunjukkan kinerja tribologis yang lebih unggul, synthetic lubricant dapat menjadi alternatif yang ekonomis untuk operasi pengeboran dengan anggaran terbatas atau pada formasi yang tidak terlalu menuntut performa pelumasan tinggi.