Imran, Ahmad Imran
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN KONSEP DIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI: SEBUAH STUDI KASUS Imran, Ahmad Imran; Majid, Anna; Nasir; andi Yurni Ulfa; Ridha Ichwanty Sabir; Suhartini Azis
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v11i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius dan konsep diri siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. model analisis data Miles, Huberman, dan SaldaƱa meliputi tiga tahapan utama, yaitu data condensation, data display, serta conclusion drawing/verification. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang dilaksanakan secara integratif dan berkelanjutan efektif membentuk karakter religius siswa melalui penguatan melalui akidah lurus, beribadah yang benar, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, melaksanakan salat dhuha dan melaksanakan salat zuhur. Pembelajaran PAI juga berkontribusi signifikan terhadap konsep diri siswa yang mencakup pemahaman diri sendiri, penerimaan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, evaluasi diri menjadi lebih positif dan perancangan tujuan hidup dan jati diri yang berlandaskan nilai-nilai agama. Faktor pendukung utama pembentukan karakter religius dan konsep diri siswa antara lain adalah keteladanan Guru, lingkungan sekolah yang berorientasi religius, fasilitas ibadah yang memadai, dorongan dari teman sebaya, dan motivasi pribadi siswa Namun, hambatan seperti keterbatasan waktu belajar, motivasi yang beragam di antara siswa, pengaruh lingkungan sosial yang negatif, keterlambatan dalam penyelesaian tugas, dan gangguan konsentrasi terus terjadi.