Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor L'her) Terhadap Glukosa Darah Tikus (Rattus norvegicus) Diinduksi Aloksan Jumadin, Aidah; Noer, Siti Fauziah; Irfayanti, Nur Alfia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.693

Abstract

ABSTRAK Daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) mengandung senyawa flavanoid berupa antosianin yang dapat menghambat peningkatan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) terhadap penurunan glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi serbuk simplisia secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus, kelompok I diberi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II,III,IV diberi ekstrak daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) dengan masing-masing dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB dan kelompok V diberi glibenklamid 0,09 mg/kg BB, pengukuran kadar glikosa darah dilakukan pada menit ke-30,60 dan 90 setelah perlakuan dengan menggunakan alat pengukuran glukosa darah yaitu glukometer, data hasil penelitian dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji Duncan. Hasil Penelitian menunjukkan bahawa ekstrak etanol daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) memberikan aktivitas terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB yang berbeda sangat nyata dengan kontol negatif Na-CMC 1% dan tidak ada perbedaan nyata dengan glibenklamid 0,09 mg/kg BB. Kata Kunci: Glukosa darah; Daun Adan Hawa (Rhoeo discolor L’her); Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Irianto, Ramdhani; Musdalifa, Musdalifa; Irfayanti, Nur Alfia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1335

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Uji Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Etanol Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) pada Tikus putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etanol daun bungur (Lagerstroemis speciosa) sebagai inhibitor agregasi platelet terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Daun bungur ini mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Dimana flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat menghambat agregasi platelet. Kemampuan flavonoid tersebut mampu menghambat metabolisme asam arakidonat oleh enzim siklooksiginase. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Parameter yang digunakan yaitu waktu pendarahan dengan cara Ivy-Duke dan masa koagulasi dengan cara pipa kapiler menurut Duke. Kelompok I sebesar 16,43% dan 15,32%; kelompok II sebesar 30,33 dan 38,82%; kelompok III sebesar 60,04% dan 53,24%; kelompok IV sebesar 81,70% dan 79,76%; kelompok V sebesar 89,02% dan 85,24%. Analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bungur dosis 150 mg/200 g BB tidak memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet sedangkan dosis 300 mg/200 g BB dan 450 mg/200 g BB dapat meningkatkan masa pendarahan dan memperlambat masa koagulasi darah tikus putih (Rattus norvegicus) sehingga memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet.
oksisitas Subkronis Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Kadar SGOT, SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Safitri, Pipit; Irfayanti, Nur Alfia; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1886

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman tropis dari family lauraceae yang bersal dari amerika tengah. Biji alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, steroid, terpenoid, saponin,tannin, alkaloid, sedangkan senyawa metabolit primer yaitu magnesium, kalsium, vitamin C dan vitamin E. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan biji alpukat dalam jangka waktu yang panjang maka perlu dilakukan pengujian untuk memastikan efek toksisitas dari ekstrak etanol biji alpukat dengan variasi dosis 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB selama pemberian 28 hari secara berturut-turut pada tikus putih untuk melihat efek toksik yang ditimbulkan dengan melihat peningkatan parameter kadar SGOT dan SGPT. Metode maserasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus putih sebanyak 20 ekor dan dibagi dalam 4 kelompok y aitu kelompok 1 Na-CMC 1% dan 2,3,4 diberi dosis perlakuan 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian yang telah dilakukan setelah pemberian ekstrak etanol biji alpukat selama 28 hari pada tikus putih tidak menimbulkan efek toksisitas terhadap kadar SGOT dan SGPT tidak berbeda secara signifikan dengan dosis pemberian kontrol negatif Na-CMC 1%.Kata Kunci: Ekstrak, Alpukat, Subkronis, SGOT, SGPT
Toksisitas Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Fungsi Ginjal tikus (Rattus norvegicus) Mustaeja, Eja; Irfayanti, Nur Alfia; Baso Amri, Ayu Wandira A
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1888

Abstract

Biji alpukat merupakan salah satu tanaman dalam keluarga lauraceae. Biji alpukat mengandung senyawa Flavonid, tanin, fenol dan alkaloid. Tujuan penelitian untuk mengetahui keamanan biji alpukat dalam penggunaan jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok II dosis 700, kelompok III dosis 850, dan kelompok IV dosis 1000. Ekstrak biji alpukat dengan dosis 700, 850 dan 1000. Perlakuan tikus diinduksi dengan ekstrak biji alpukat selama 28 hari berturut-turut secara peroral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat tidak memiliki efek toksisitas subkronik yang dapat dilihat dari parameter pengujian kadar kreatinin, ureum dan BUN.
Uji Aktivitas Ekstrak Rempah Masakan Coto Makassar Terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zalsa, Regina; Irfayanti, Nur Alfia; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1923

Abstract

Uji aktivitas antihipertensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa tanaman obat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, ketumbar, lada, pala, dan jintan, yang merupakan komposisi dari bumbu masakan coto makassar. Tanaman ini banyak manfaat karena mengandung senyawa seperti flavonoid, allicin, dan piperin. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan melihat penurunan tekanan darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan metode prepost design dengan metode ekstraksi refluks yang menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebbanyak 15 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yang diinduksi prednison dan NaCl selama 14 hari secara oral. Kelompok I, II, III, masing-masing diberi ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. pemerian dilakukan dengan dosis berulang selama 7 hari, kelompok IV diberi captopril sebagai control positif dan kelompok V diberi Na-CMC sebagai control negative. Tekanan darah diukur menggunakan alat Tail Cuff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah coto makassar konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dapat menggunakan tekanan darah pada tikus putih.