Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Aktivitas Antijamur Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Asal Nusa Tenggara Timur Terhadap Jamur Candida albicans. MD Toro, Nurweintia; Ida, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1744

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab didiasis, sariawan, lesi pada kulit, kandiduria bahkan dapat menjadi komplikasi kanker. Tumbuhan keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam kelompok herbal kecil dengan tinggi maksimal hingga 40 cm dan umbinya berbentuk bulat dengan diameter hingga 2 cm. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Kandungan kimia dari keladi tikus yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, glikodisa dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan piper disk didalam media agar yang telah diinokulasikan dengan jamur. Kata Kunci: Candida albicans,kandidiasis,keladi tikus,skrining fitokimia. Hasil penelitian didapatkan daya hambatan yang terbentuk pada ektrak daun keladi tikus: 16,53 mm, kontrol positif: 19,22 mm dan kontrol negatif: 5,33 mm.