Padi gogo sebagai komoditas penting dalam sistem pertanian lahan kering, menghadapi tantangan serius terkait pasokan air yang terbatas dan fluktuasi suhu yang lebih ekstrem dibandingkan dengan lahan sawah irigasi. Lahan marginal sempadan sungai alas merupakan lahan yang memiliki mutu yang rendah dikarenakan adanya beberapa faktor seperti, tekstur tanah berpasir, kandungan unsur hara dan bahan organik yang sedikit, kadar lengas yang rendah, pH yang terlalu rendah atau bahkan telalu tinggi, maupun adanya akumulasi unsur logam yang bersifat racun bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian pupuk kandang dan Biochar dalam meningkatkan kualitas tanah di lahan marginal sempadan sungai alas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok factorial, faktor pertama pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yaitu : K0: Kontrol, K1: 10 L, K2 : 15 L dan Faktor kedua pupuk biochar, terdiri dari 3 taraf, yaitu : B0 : Kontrol, B1 : Arang sekam10 L dan B2 : Arang sekam 15 L. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar arang sekam, secara tunggal maupun kombinasi menunjukan pengaruh sangat signifikan pada pengamatan jumlah daun pada pengamatan 35 HST perlakuan B2 sangat signifikan dengan rataan mencapai 3,49 helai sedangkan pada umur 49 HST perlakuan pemberian pupuk kandang dan biochar berpengaruh sangat signifikan yaitu pada perlakuan K1B2 dengan rataan mencapai 4,75 helai, sedangkan pada tinggi tanaman tidak berpengaruh signifikan pada umur 21, 28, 35, 42 dan 49 HST. Hasil uji laboraturium menunjukkan bahwa struktur tanah sempadan sungai alas banyak mengandung pasir hingga mencapai 95,71 %, sehingga keberadaan mikroorganisme memiliki peranan penting dalam ketersediaan hara bagi tanaman dengan cara pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar dilahan sempadan Sungai Alas.