p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Nandini, Vira Nian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Manajemen DM Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus : Literature Review Nandini, Vira Nian; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1563

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang hingga kini terus mengalami peningkatan jumlah kasus di berbagai negara. Kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka morbiditas dan munculnya berbagai komplikasi serius dalam jangka panjang. Dampak diabetes meliputi penurunan kualitas hidup pasien, beban ekonomi yang semakin berat, serta risiko kerusakan organ yang berpotensi mengancam keselamatan apabila tidak dikelola secara optimal. Dalam rangka memperlambat progres penyakit, edukasi mengenai manajemen diabetes memegang peran yang sangat penting. Program edukasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penyakit dan prinsip perawatannya, tetapi juga membantu membentuk keterampilan praktis yang diperlukan guna melakukan self-management secara efektif. Self-management mencakup pemantauan kadar glukosa darah, pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan pada terapi obat, serta kemampuan mengenali dan menangani kondisi yang dapat memicu komplikasi. Dengan edukasi yang memadai, pasien diharapkan mampu menjaga kadar gula darah dalam rentang target sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Namun demikian, efektivitas berbagai model dan metode edukasi diabetes menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa edukasi mampu menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki kontrol metabolik, dan meningkatkan perilaku gaya hidup sehat. Sebaliknya, penelitian lainnya menunjukkan bahwa dampak edukasi terkadang tidak signifikan atau hanya bersifat terbatas. Variasi hasil ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan dalam desain intervensi, karakteristik peserta, durasi edukasi, metode pembelajaran, serta kualitas pelaksanaan program.Oleh karena itu, diperlukan tinjauan literatur yang komprehensif untuk menilai kembali konsistensi bukti ilmiah terkait efektivitas edukasi manajemen diabetes dalam menurunkan kadar gula darah. Telaah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai strategi edukasi yang paling efektif, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta cara optimal dalam mengimplementasikan edukasi guna meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus.
Efektivitas Dextrose dalam Penanganan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Nandini, Vira Nian; Rosidawati, Ida; Ariyani, Hana
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1582

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi emergensi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus akibat penggunaan insulin atau obat penurun glukosa. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesadaran dan kerusakan neurologis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian dextrose dalam menangani hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Kajian dilakukan terhadap lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup desain pra-eksperimental dan studi kasus yang mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian dextrose, baik dalam konsentrasi D10% melalui infus maupun D40% secara bolus, mampu meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat pada hipoglikemia ringan hingga berat. Seluruh artikel melaporkan perbaikan kesadaran dan stabilisasi tanda vital setelah intervensi diberikan. Variasi konsentrasi memberikan respons yang berbeda, di mana D40% menunjukkan efek peningkatan glukosa yang lebih cepat, sedangkan infus D10% membantu menjaga kestabilan kadar glukosa serta mengurangi risiko rebound hiperglikemia. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa dextrose merupakan terapi utama yang efektif dan aman dalam manajemen hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Penyesuaian konsentrasi, dosis, dan metode pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mencapai respons optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan hipoglikemia.