Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LAMA RAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RSUD DR SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Rosidawati, Ida; Hodijah, Siti
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmu.v7i1.308

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) is a unit care of critical patients with mood in fast. The activity in an ICU is always busy and limited time visit, which find the family difficult to communicate with patient,while critically ill patients are usually treated for a long time, this can trigger families to experienced anxiety. The purpose of this research is to determine the relationship between length of stay and the level of anxiety family patients who being treated in dr. Soekardjo Tasikmalaya Hospital. This method of this research is used quantitative correlative with cross sectional approach. The sample of this research is family of patients who were waiting in the ICU room as many as 16 persons by using accidental sampling for two weeks. The data collected by using HARS scale and Chi Square analysis. The research result showed that patients with new length of stay ( mean = 3.81) as many as 7 people, families of patients not experiencing anxiety as many as 5 people (71%) and families who experienced anxiety as many as 2 people (29%). While patients with long duration of care (≥ mean = 3.81) as many as 9 people, the patient's family all experienced anxiety (100%). Chi-square test result showed p-value of 0.005 α 0.05. The conclusion of the results of this study is that there is a relationship between length of stay with the level of anxiety of the patient's family, so it is recommended that the nurse or other medical team always coordinate with the family regarding the actions taken to the patient.Keywords: Intensive Care Unit (ICU), Long Care, Anxiety, Family Patients
KARAKTERISTIK PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA (RSUD SMC) KABUPATEN TASIKMALAYA Rosidawati, Ida; Ariyani, Hana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.608

Abstract

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN RESPIRASI RATE PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD BLUD RSU KOTA BANJAR Agusti Alasypari, Agni; Lestari, Elsa; Elyana, Nabila Aulia Salsabila; Septiani, Rika; Oktaviani, Tiara; Mardiana, Vina; Rosidawati, Ida; Aryani, Hana; Nuraeni, Neni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56592

Abstract

Tujuan karya tulis ini melaksanakan asuhan keperawatan serta menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di IGD BLUD RSU Kota Banjar. Metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah dua pasien dewasa, Ny. M dan Ny. S, yang datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian terdapat batuk berdahak, suara napas tambahan ( wheezing), dispnea, takipnea, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu napas, serta penurunan saturasi oksigen. Frekuensi napas Ny. M 30 x/menit saturasi oksigen 93%  dan Ny. S 28 x/menit saturasi oksigen 94% sebelum intervensi. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil bersihan jalan napas meningkat diberikan intervensi manajemen jalan napas, dan pola napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil pola napas membaik diberikan intervensi pemantauan respirasi, serta teknik pernapasan Buteyko selama 15 menit. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi napas menjadi 22 x/menit saturasi oksigen 97 % pada Ny. M dan 21 x/menit saturaasi oksigen 97 % pada Ny. S, disertai berkurangnya retraksi dinding dada dan keluhan sesak. Kesimpulan bahwa penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien gawat darurat mampu membantu memperbaiki pola napas secara efektif meskipun dilakukan dalam waktu singkat di Instalasi Gawat Darurat. Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari asuhan keperawatan mandiri dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan di IGD. Saran terapi Buteyko bisa menjadi salah satu terapi non farmakologi.