Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SoulNurture Hub: Inovasi Konsultasi Spiritual untuk Menjawab Krisis Eksistensial Generasi Muda dengan Pendekatan Perenialisme Seyyed Hossein Nasr Jusman; Andi Ulfa Wulandari
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i2.379

Abstract

Krisis eksistensial pada dewasa muda, muncul sebagai pergolakan batin mendalam akibat kebingungan makna hidup, identitas, dan tujuan eksistensi di tengah tekanan modern yang menyebabkan keterputusan spiritual, sebagaimana diamati melalui observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur komprehensif terhadap pemikiran filsafat perennial Seyyed Hossein Nasr, yang mendiagnosis krisis tersebut sebagai amnesia spiritual akibat dominasi rasio modern tanpa intelek ilahi, serta menawarkan solusi melalui pemulihan kesadaran sufisme dan kearifan tradisional Islam untuk mengembalikan harmoni manusia, alam dan Tuhan. Hasilnya merumuskan model praktis "SoulNurture Hub", pusat konsultasi spiritual berbasis Digital dan tatap muka yang dipandu dosen dan ulama, dengan kartu pertanyaan reflektif untuk menggali isu eksistensial diikuti mentoring, sehingga menjembatani teori filosofis dengan aplikasi nyata guna membantu generasi muda menemukan makna hidup secara holistik.
Telaah Filosofis terhadap Sumber Pengetahuan dan Teori Kebenaran dalam Menghadapi Hoaks dan Post-Truth Andi Dian Wulandari; Andi Ulfa Wulandari
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.142

Abstract

Fenomena hoaks dan post-truth menunjukkan krisis epistemik di era digital, di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur. Kondisi ini menuntut telaah filosofis terhadap konsep sumber pengetahuan dan teori kebenaran sebagai dasar untuk memahami cara manusia memperoleh serta memverifikasi pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis dengan menganalisis pandangan rasionalisme dan empirisme sebagai dua arus utama dalam epistemologi klasik, serta menelaah tiga teori kebenaran: korespondensi, koherensi dan pragmatisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoaks dan post-truth muncul akibat tergerusnya prinsip rasionalitas dan objektivitas dalam proses penilaian kebenaran.Rasionalisme menegaskan pentingnya nalar logis, sementara empirisme menuntut verifikasi faktual sebagai dasar klaim pengetahuan. Ketiga teori kebenaran berfungsi sebagai instrumen kritis untuk membedakan antara pengetahuan yang sahih dan informasi yang menyesatkan. Dengan demikian, penguatan kesadaran epistemologis masyarakat menjadi kunci dalam melawan hoaks dan post-truth melalui pemulihan nilai kebenaran, rasionalitas dan tanggung jawab intelektual.
Transformasi Pendekatan Psikospiritual Melalui Digitalisasi: Meningkatkan Efektivitas Terapi Berbasis Ḥuḍur dan Taro Ada Taro Gau Jusman; Andi Ulfa Wulandari
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2025: Proceeding 2nd UIN Alauddin Makassar International Conference
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis transformasi pendekatan psikospiritual yang berkembang di era digital dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan kerangka evaluatif maqāṣid al-sharī‘ah. Dengan mengadopsi desain tinjauan literatur naratif, penelitian ini mensintesis temuan dari bidang psikologi Islam, sosiologi digital, dan hukum Islam. Studi ini menelusuri pergeseran praktik psikospiritual dari bimbingan tatap muka yang tradisional ke platform digital yang lebih komersial dan instan. Perubahan ini menimbulkan keprihatinan etis terkait privasi data, validitas bimbingan, dan potensi distorsi spiritualitas yang bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dan agama. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti sipakatau (saling menghormati) dan kepercayaan komunal tetap strategis untuk mengharmonisasikan praktik digital dengan prinsip ekonomi dan etika Islam. Model integratif yang diusulkan menekankan pada transparansi kontrak bimbingan dan perlindungan hak pengguna untuk menciptakan ekosistem psikospiritual digital yang adil dan berkelanjutan.