Krisis eksistensial pada dewasa muda, muncul sebagai pergolakan batin mendalam akibat kebingungan makna hidup, identitas, dan tujuan eksistensi di tengah tekanan modern yang menyebabkan keterputusan spiritual, sebagaimana diamati melalui observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur komprehensif terhadap pemikiran filsafat perennial Seyyed Hossein Nasr, yang mendiagnosis krisis tersebut sebagai amnesia spiritual akibat dominasi rasio modern tanpa intelek ilahi, serta menawarkan solusi melalui pemulihan kesadaran sufisme dan kearifan tradisional Islam untuk mengembalikan harmoni manusia, alam dan Tuhan. Hasilnya merumuskan model praktis "SoulNurture Hub", pusat konsultasi spiritual berbasis Digital dan tatap muka yang dipandu dosen dan ulama, dengan kartu pertanyaan reflektif untuk menggali isu eksistensial diikuti mentoring, sehingga menjembatani teori filosofis dengan aplikasi nyata guna membantu generasi muda menemukan makna hidup secara holistik.
Copyrights © 2025