Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kinerja Pemupukan Manual dan Mekanis terhadap Efisiensi Biaya dan Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit Renjani, Rengga Arnalis; Mulyadi, Dede; Ermansyah, Yogi Akbar; Sembiring, Ngesahken; Hermantoro, Hermantoro; Uktoro, Arief Ika; Purwoto, Harsunu
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pemupukan yang efisien penting untuk meningkatan produktivitas kelapa sawit. Namun pemupukan yang dilakukan secara manual menghadapi berbagai kendala, antara lain: biaya yang tinggi, ketidaktepatan dosis, dan distribusi pupuk yang tidak merata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efisiensi pemupukan mekanis menggunakan fertilizer spreader dibandingkan menggunakan pemupukan manual ditinjau dari segi biaya operasional, penggunaan tenaga kerja, dan distribusi pupuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen lapangan dengan pendekatan komparatif antara dua metode pemupukan: secara manual menggunakan tenaga kerja (control) dan pemupukan mekanis menggunakan fertilizer spreader (perlakuan). Data disajikan dan dianalisis dalam bentuk grafis perbandingan biaya dan waktu aplikasi. Perkebunan sawit dengan areal datar, mengakibatkan traktor berjalan lebih cepat sehingga bukaan hopper harus lebih besar. Pada areal sawit bergelombang traktor berjalan lebih lambat, diperlukan flow control yang lebih kecil agar pupuk tidak berlebihan. Pemupukan manual membutuhkan 15–20 orang tenaga kerja per siklus, dengan output rata-rata 850 kg/hari atau 2.4 ha/hari. Selain itu, tenaga kerja tambahan dibutuhkan untuk proses pembagian pupuk ke lokasi tanam dengan output 2,500 kg/hari. Pemupukan mekanis hanya memerlukan 3 orang (1 operator traktor dan 2 helper), dengan kemampuan memupuk 25 ha/hari dalam waktu kerja 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan mekanis lebih efisien dengan penghematan biaya (selisih) sebesar Rp 57,429/ha/rotasi. Jika pemupukan dilakukan setahun dua kali maka penghematan total adalah Rp 110.966/Ha/tahun dibandingkan dengan pemupukan manual.