This Author published in this journals
All Journal Jurnal Segara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

COMPARATIVE STUDY OF DRYING ON THE PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS OF XYLOCARPUS GRANATUM FRUIT SCRUB AS A SKIN CARE PRODUCT Sumartini, Sumartini; Saputra, Eko Novi; Efri Hasibuan, Nirmala; Nurmala Dewi, Resti
Jurnal Segara Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i2.17511

Abstract

Lulur berbahan dasar buah Xylocarpus granatum berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik alami karena mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kulit. Namun, mutu fisikokimia lulur sangat dipengaruhi oleh metode pengeringan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik fisikokimia lulur buah X. granatum yang dikeringkan dengan metode sinar matahari dan oven. Penelitian dilakukan melalui tahapan pembuatan simplisia, pengolahan menjadi serbuk, serta formulasi lulur. Parameter uji meliputi rendemen, pH, kadar air, dan viskositas. Rendemen dihitung dengan perbandingan bobot serbuk terhadap bahan segar, pH diukur menggunakan pH meter, kadar air ditentukan dengan metode oven, sedangkan viskositas diuji menggunakan Brookfield Viscometer sesuai SNI 06-6989.23-2005 dan ASTM D2196-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan rendemen lebih tinggi (28,4 ± 0,05%) dibandingkan pengeringan sinar matahari (6,13 ± 0,28%). Nilai pH keduanya masih sesuai dengan kisaran pH kulit, yaitu 6,53 ± 0,05 (oven) dan 6,13 ± 0,28 (sinar matahari). Kadar air lulur sinar matahari lebih rendah (9,34 ± 0,43%) dibanding oven (11,66 ± 0,38%), sedangkan viskositas lulur sinar matahari lebih tinggi (11.833,33 ± 763,76 cP) daripada oven (9.833,33 ± 152,75 cP). Dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan memengaruhi mutu fisik lulur mangrove. Pengeringan oven lebih efisien dalam meningkatkan rendemen dan kestabilan pH, sedangkan pengeringan sinar matahari menghasilkan kadar air lebih rendah dan viskositas lebih tinggi sehingga memberikan tekstur lebih kental. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pengeringan perlu disesuaikan dengan tujuan formulasi produk lulur.