Khanna, Priatno
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN BAKSO IKAN DAN FISHCAKE BERBASIS CAMPURAN IKAN ALU-ALU DAN IKAN BOGOR DI DESA PETIKU, KABUPATEN PASER Irawan, Irman; nurfaidah, Nurfaidah; Sabela, Bendi; Sulistiawati, Septiana; Asikin, Andi Noor; Ardhanawinata, Adlina; Usman, Sukmawati; Hasanah, Rafitah; Khanna, Priatno
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39616

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu istri nelayan dalam mengolah ikan laut menjadi produk bernilai tambah berupa bakso ikan dan fishcake. Kegiatan dilaksanakan di Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik menggunakan desain one-group pretest–post test. Bahan baku utama yang digunakan adalah ikan alu-alu dan ikan bogor yang dikombinasikan untuk menghasilkan produk dengan karakteristik tekstur dan cita rasa yang optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan produksi peserta dengan rata-rata sebesar 32,18%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman bahan baku dan kandungan gizi. Produk yang dihasilkan memiliki tekstur kenyal dan elastis, yang menunjukkan terbentuknya gel protein miofibril secara optimal selama proses pemanasan. Penggunaan es dalam proses pencampuran serta kontrol suhu terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas protein dan kualitas produk akhir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis sumber daya lokal.Abstract:  This community service activity aimed to improve the skills of fishermen’s wives in processing marine fish into value-added products, namely fish balls and fishcakes. The program was conducted in Petiku Village, Longkali District, Paser Regency, East Kalimantan, using a hands-on training approach with a one-group pretest–post test design. The main raw materials used were a combination of barracuda (alu-alu) and bogor fish, selected to optimize texture and sensory characteristics of the final products. The results showed a significant improvement in participants’ production skills, with an average increase of 32.18%. The highest improvement was observed in the understanding of raw materials and nutritional content. The produced fish balls and fishcakes exhibited desirable elastic and cohesive textures, indicating proper formation of myofibrillar protein gel during heat processing. The use of ice during mixing and proper temperature control played a crucial role in maintaining protein stability and enhancing product quality. This activity demonstrates that hands-on training is effective in improving community technical capacity in fish processing and has strong potential to increase the economic value of locally available fishery resources.