Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fitrah dan Potensi Manusia dalam Perspektif Islam: Integrasi dengan Teori Perkembangan Piaget dan Erikson Mohammad Yusuf Alfarisy; Mualimin Mualimin; Mukaffan Mukaffan
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian mendalam mengenai konsep fitrah dan potensi manusia dalam perspektif Islam serta upaya mengintegrasikannya dengan teori perkembangan Piaget dan Erikson. Dalam pandangan Islam, fitrah dimaknai sebagai kesucian asal yang melekat sejak manusia dilahirkan, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal, mengimani, serta mengabdi kepada Allah. Selain itu, potensi manusia mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual yang harus dikembangkan secara seimbang dan harmonis agar tercapai keutuhan pribadi. Teori Piaget menitikberatkan pada tahap-tahap perkembangan kognitif, mulai dari sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, hingga operasional formal. Sementara itu, teori Erikson lebih menekankan pada tugas-tugas perkembangan psikososial sepanjang rentang kehidupan, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa, yang mencakup pembentukan identitas, kemandirian, dan hubungan sosial. Artikel dikumpulkan melalui google scholar dengan mengintegrasikan kata kunci “Fitrah, Potensi, Perkembangan Manusia, Islam, Piaget, Erikson”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, baik dari sumber primer seperti literatur psikologi perkembangan modern. Analisis menunjukkan adanya titik temu antara perspektif Islam dengan teori Piaget dan Erikson, khususnya terkait pentingnya stimulasi, pendidikan, dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan optimal individu. Namun demikian, Islam memberikan tambahan dimensi rohani yang tidak ditemukan dalam teori Barat, yakni orientasi perkembangan menuju penghambaan kepada Allah serta kesempurnaan iman. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam dengan memadukan nilai religius dan teori psikologi modern.
Dinamika Kebijakan Survival dan Disvestasi dalam Tata Kelola Lembaga Pendidikan Modern Abdullah Hasyim Zain; Mohammad Yusuf Alfarisy; Muallimin; Khoirul Anwar
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan survival dan disvestasi dalam tata kelola lembaga pendidikan modern melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengkaji berbagai artikel jurnal terindeks SINTA yang relevan dengan tema tata kelola pendidikan, manajemen organisasi, digitalisasi pendidikan, kepemimpinan, dan keberlangsungan lembaga pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang memiliki relevansi dengan fokus penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi survival lembaga pendidikan modern dilakukan melalui digitalisasi tata kelola, penguatan mutu pendidikan, kepemimpinan adaptif, manajemen risiko, transparansi keuangan, serta pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, disvestasi lembaga pendidikan disebabkan oleh lemahnya tata kelola organisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, buruknya manajemen keuangan, dan ketidakmampuan lembaga dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola lembaga pendidikan modern memerlukan strategi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan agar mampu mempertahankan kualitas pendidikan dan eksistensi kelembagaan di tengah dinamika perubahan global.