Penelitian ini berfokus pada kajian mendalam mengenai konsep fitrah dan potensi manusia dalam perspektif Islam serta upaya mengintegrasikannya dengan teori perkembangan Piaget dan Erikson. Dalam pandangan Islam, fitrah dimaknai sebagai kesucian asal yang melekat sejak manusia dilahirkan, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal, mengimani, serta mengabdi kepada Allah. Selain itu, potensi manusia mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual yang harus dikembangkan secara seimbang dan harmonis agar tercapai keutuhan pribadi. Teori Piaget menitikberatkan pada tahap-tahap perkembangan kognitif, mulai dari sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, hingga operasional formal. Sementara itu, teori Erikson lebih menekankan pada tugas-tugas perkembangan psikososial sepanjang rentang kehidupan, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa, yang mencakup pembentukan identitas, kemandirian, dan hubungan sosial. Artikel dikumpulkan melalui google scholar dengan mengintegrasikan kata kunci “Fitrah, Potensi, Perkembangan Manusia, Islam, Piaget, Erikson”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, baik dari sumber primer seperti literatur psikologi perkembangan modern. Analisis menunjukkan adanya titik temu antara perspektif Islam dengan teori Piaget dan Erikson, khususnya terkait pentingnya stimulasi, pendidikan, dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan optimal individu. Namun demikian, Islam memberikan tambahan dimensi rohani yang tidak ditemukan dalam teori Barat, yakni orientasi perkembangan menuju penghambaan kepada Allah serta kesempurnaan iman. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam dengan memadukan nilai religius dan teori psikologi modern.